Gempa M 7,7 Guncang Perbatasan Filipina-Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Sarah Elnyora Rumaropen June 08, 2026 11:45 AM

Tribunnews.com|Hasanudin Aco|Wahyu Gilang Putranto

SURYAMALANG.COM, SULUT - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi, dan memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Gempa yang berpusat di barat laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), juga memicu peringatan tsunami di Filipina yang berbatasan langsung dengan wilayah terdampak.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi kawasan pantai, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Detail Pusat Gempa

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina, pada pukul 07.40 Wita.

Sementara itu, BMKG mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 07.37.42 Wita dengan pusat gempa berada 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Tahuna merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berbatasan langsung dengan Mindanao, Filipina.

Dampak gempa paling dirasakan di wilayah Mindanao.

Baca juga: Gempa Bumi di Jember, PT KAI Daop 9 Pastikan Jalur Kereta Api Aman Meski 2 KA Sempat Diberhentikan

Media Filipina, The Inquirer, melaporkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan layanan utilitas di beberapa wilayah terganggu.

Getaran kuat yang berlangsung sekitar 30 detik juga menyebabkan gangguan layanan internet, listrik, dan air.

Para siswa dan guru bergegas keluar dari ruang kelas setelah pihak sekolah mengaktifkan protokol darurat.

Wali Kota Cotabato City, Bruce Matabalao, memerintahkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di seluruh tingkatan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kidapawan menangguhkan aktivitas sekolah dan pekerjaan pemerintahan karena pihak berwenang masih menilai kemungkinan kerusakan akibat gempa.

Di Sekolah Dasar Percontohan Pusat Kota Cotabato dan sejumlah sekolah lainnya, siswa dievakuasi dari ruang kelas sebagai langkah antisipasi.

Baca juga: BMKG Sebut Gempa Bumi Tektonik di Tenggara Jember Tidak Berpotensi Tsunami

Para orang tua juga bergegas menuju Sekolah Dasar Percontohan Kota Kidapawan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut sekitar pukul 07.40 pagi.

Di Kota General Santos, sebagian bangunan pusat perbelanjaan SM City dilaporkan mengalami kerusakan.

Laporan awal juga menunjukkan beberapa bangunan lain terdampak gempa.

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

BMKG kemudian mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur.

Merespons kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta menjauhi kawasan pantai dan bergerak menuju lokasi aman sesuai arahan petugas di lapangan.

“BNPB mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir tersebut untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan penuh, serta secara sadar dan teratur melakukan langkah antisipasi mandiri dengan bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai dengan tingkat ancaman di wilayahnya,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya.

Baca juga: Gempa Bumi Jember, BPBD Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan, Minta Camat Segera Melapor

Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, sejumlah daerah ditetapkan berstatus “Siaga” tsunami, di antaranya Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, dan Toli-Toli.

Sementara wilayah berstatus “Waspada” meliputi Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Kota Ternate, Kota Tidore, Kutai Timur, Bulungan, hingga Nunukan.

BNPB meminta pemerintah daerah di wilayah berstatus “Siaga” segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju lokasi yang lebih tinggi.

Sedangkan masyarakat di wilayah “Waspada” diminta menjauhi pantai, tepian sungai, serta menghentikan sementara aktivitas di perairan.

Wilayah berstatus Siaga ini mencakup beberapa titik di Sulawesi Utara dengan estimasi waktu tiba gelombang:

  1. Kepulauan Sangihe pada pukul 06:51 WIB
  2. Kota Manado pukul 07:12 WIB
  3. Minahasa Utara Bagian Utara pukul 07:12 WIB
  4. Minahasa Bagian Utara pukul 07:14 WIB
  5. Kepulauan Minahasa pukul 07:16 WIB
  6. Minahasa Selatan Bagian Utara pukul 07:17 WIB
  7. Bolaang Mongondow Bagian Utara pukul 07:22 WIB
  8. Gorontalo Bagian Utara pukul 07:26 WIB
  9. Sulawesi Tengah yaitu Buol pukul 07:27 WIB
  10. Toli-Toli pukul 07:29 WIB
  11. Minahasa Utara Bagian Selatan pada pukul 07:33 WIB
  12. Minahasa Bagian Selatan pada pukul 07:34 WIB.

BNPB menyebut, kondisi di lapangan hingga kini masih aman dan terkendali.

Berdasarkan laporan cepat BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud, dan BPBD Kota Manado, guncangan gempa dirasakan lemah selama sekitar dua hingga tiga detik.

Baca juga: Breaking News : Gempa Bumi Melanda Jember Berkekuatan 5,1

Tim gabungan BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan lembaga kemanusiaan juga telah disiagakan untuk melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi warga apabila diperlukan.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun petugas di lapangan.

(Tribunnews.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.