TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 telah resmi berakhir.
Gempa kuat tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.41 WITA.
Berdasarkan data BMKG, gempa berpusat di wilayah Filipina dengan kedalaman sekitar 105 kilometer dan getarannya dirasakan hingga Kabupaten Kepulauan Sangihe serta sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Utara.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha Kepulauan Sangihe, Astrid Yesica Lasut, mengatakan masyarakat kini dapat kembali beraktivitas seperti biasa setelah status peringatan dini tsunami dicabut.
"Dampak peringatan dini tsunami ini tidak hanya untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, tetapi juga menjadi perhatian bagi wilayah kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Utara. Namun untuk peringatan dini tsunami saat ini sudah dinyatakan berakhir, sehingga masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan wilayah sekitarnya bisa kembali melakukan aktivitas seperti semula," kata Astrid Yesica Lasut dalam wawancara dengan Tribun Manado melalui WhatsApp, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir pantai maupun daerah rawan gempa bumi.
"Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa bumi maupun tsunami, seperti pesisir pantai dan sekitarnya, dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa. Akan tetapi tetap selalu waspada dan siaga terhadap informasi resmi dari BMKG," ujarnya.
Astrid menjelaskan potensi gempa susulan masih mungkin terjadi sehingga masyarakat diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
"Potensi gempa bumi susulan masih ada. Kami terus melakukan monitoring dan pemantauan untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan, termasuk apakah gempa susulan yang terjadi nantinya berpotensi tsunami atau tidak," jelasnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan pemerintah daerah serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
(TribunManado.co.id/Edu)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK