Gempa M 7,7 Guncang Filipina, Sejumlah Wilayah RI Siaga Tsunami
Joanita Ary June 08, 2026 01:33 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37.42 WIB.

Guncangan kuat tersebut tidak hanya dirasakan di kawasan Filipina, tetapi juga memicu kewaspadaan di Indonesia setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Tanah Air.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi di wilayah Pantai Selatan Mindanao dengan kedalaman 47 kilometer.

Karakteristik gempa yang tergolong dangkal dan terjadi di zona aktif tektonik menyebabkan terjadinya deformasi dasar laut yang berpotensi memicu gelombang tsunami.

"Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia," demikian keterangan BMKG.

Peringatan tsunami dengan status Siaga dikeluarkan untuk sejumlah daerah di kawasan Sulawesi dan Maluku Utara.

Wilayah yang masuk kategori siaga antara lain Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, serta Kota Bitung.

Status siaga menunjukkan masyarakat di wilayah pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, mengingat potensi kenaikan muka air laut akibat tsunami dapat terjadi dalam skala yang membahayakan.

Selain itu, BMKG juga menetapkan status Waspada untuk sejumlah wilayah lainnya.

Daerah yang masuk kategori ini meliputi Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, Berau, serta sejumlah wilayah lain yang diperkirakan dapat terdampak oleh gelombang tsunami dalam skala lebih kecil.

Peringatan dini tersebut dikeluarkan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir yang masuk dalam zona siaga dan waspada, agar tetap tenang namun tidak mengabaikan perkembangan informasi resmi.

"Masyarakat diharapkan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan terus memantau informasi resmi yang disampaikan BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah setempat," tulis BMKG.

Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala seiring dengan hasil pengamatan dan analisis lanjutan yang dilakukan oleh otoritas kebencanaan.

Pemerintah daerah di wilayah yang berpotensi terdampak juga diminta menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk penyebaran informasi kepada masyarakat pesisir dan kesiapsiagaan jalur evakuasi apabila diperlukan.

Situasi di sejumlah daerah saat ini masih terus dipantau untuk memastikan perkembangan potensi ancaman tsunami pascagempa besar yang terjadi di Filipina tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.