Lantai dan Tiang yang Dipotong Babinsa di SDN Wolomoni, Ende Diperbaiki, Alat Berat Dipindahkan
Gordy Donovan June 08, 2026 01:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Lantai yang rusak akibat digusur alat berat dan tiang besi penyangga bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, yang sebelumnya dipotong oleh oknum anggota Babinsa, kini telah diperbaiki kembali pada Minggu (7/6/2026).

Meski hasil perbaikannya disebut tidak sepenuhnya sama seperti kondisi semula, lantai teras yang berada tepat di depan ruang kelas V SD Negeri Wolomoni sudah kembali diperbaiki.

Selain itu, tiang besi penyangga bangunan yang sempat dipotong juga telah dilas kembali.

Informasi tersebut disampaikan Heron, salah seorang warga Wolomoni, Desa Niawula, pada Senin (8/6/2026) pagi.

Baca juga: Diresmikan Prabowo,Koperasi Merah Putih Rakateda II Ngada Siap Beroperasi

Alat Berat Dipindahkan

Menurut Heron, selain melakukan perbaikan pada fasilitas sekolah yang rusak, pihak yang terlibat juga telah memindahkan alat berat yang sebelumnya berada di samping gedung sekolah.

Alat berat tersebut kini diparkir di Lapangan Sepak Bola Wolomoni yang berada di tengah kampung, tidak jauh dari lokasi sekolah.

“Alat beratnya sudah dikeluarkan dan diparkir di Lapangan Sepak Bola Wolomoni. Lantai juga sudah diperbaiki dan tiang sudah dilas. Yang datang memperbaiki ada tentara dan mungkin juga kontraktornya. Tiangnya mereka las kembali, lantainya mereka perbaiki semua, hanya tidak serapi sebelum dirusak,” ujar Heron.

Sebelumnya, warga dan pihak sekolah dibuat geger setelah salah satu tiang besi penyangga bangunan SD Negeri Wolomoni dipotong oleh oknum Babinsa untuk membuka akses menuju lokasi pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada tepat di belakang sekolah.

Tidak hanya tiang penyangga yang menjadi korban, lantai teras di depan kelas V yang berada tepat di bawah tiang tersebut juga jebol setelah digusur alat berat yang hendak masuk ke lokasi pembangunan.

Kerusakan juga dialami warga setempat.

Sejumlah tanaman durian milik warga dilaporkan rusak karena alat berat yang dikerahkan menuju lokasi pembangunan terhalang oleh bangunan sekolah dan pepohonan di sekitar area tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) malam setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah berakhir.

Wakil Kepala SD Negeri Wolomoni, Magdalena Masi, mengaku terkejut saat menerima informasi mengenai aktivitas tersebut.

Keesokan harinya, saat tiba di sekolah, Magdalena mendapati salah satu tiang besi penyangga yang berada di sudut bangunan dekat jalur masuk menuju lokasi pembangunan sudah dalam kondisi terpotong.

Selain itu, lantai teras sekolah juga terlihat rusak dan jebol.

“Saya datang dan melihat ternyata benar. Besinya sudah dipotong dan alat berat sudah berada sedikit lebih ke atas. Kami juga mendapat informasi bahwa malam sebelumnya sempat terjadi keributan dengan masyarakat di sini,” ujarnya.

Magdalena menjelaskan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.

Pihak sekolah kini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Ende terkait langkah yang akan diambil selanjutnya.

Sebelum dipindahkan, alat berat yang digunakan untuk proyek pembangunan KDMP sempat tertahan di lokasi.

Bahkan, pada Jumat (5/6/2026) tengah malam, sejumlah pihak disebut berupaya mengambil kembali alat berat tersebut, tetapi mendapat penolakan dari warga setempat yang menghadang proses pemindahan. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.