Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Imbas Rupiah Melemah, Pemprov Riau Gencarkan Operasi Pasar Murah
Muhammad Ridho June 08, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok di pasaran seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah, operasi pasar murah pekan ini difokuskan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sejumlah komoditas penting dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau Taufiq OH melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

"Dari hasil laporan tim BUMD Riau Pangan Bertuah, untuk operasi pasar murah pekan ini difokuskan di Rokan Hulu dan mereka telah berangkat pagi ini," kata Tetty, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga pasokan pangan sekaligus menekan gejolak harga yang dapat terjadi akibat berbagai faktor ekonomi, termasuk kondisi nilai tukar rupiah.

Baca juga: Dolar AS Sentuh Rp18.129, Rupiah Kian Tertekan pada Awal Pekan

Baca juga: Harga Cabai Merah dan Bawang Merah Melonjak di Pasaran Kota Pekanbaru

Menurut Tetty, operasi pasar murah akan digelar di tiga kecamatan. Pada Selasa (9/6/2026), kegiatan berlangsung di halaman Kantor Camat Ujung Batu. Selanjutnya pada Rabu (10/6/2026) digelar di halaman Kantor Camat Rokan IV Koto, dan Kamis (11/6/2026) di halaman Kantor Camat Kabun.

"Sementara pada Jumat, 12 Juni, tim BUMD Pangan kembali menuju Kota Pekanbaru sehingga pada hari itu tidak digelar operasi pasar murah," ujarnya.

Tetty menegaskan, tujuan utama program tersebut adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," jelasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Riau berharap gejolak harga kebutuhan pokok dapat ditekan dan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal dan mengantre dengan tertib. Operasi pasar dimulai pukul 09.00 WIB di setiap lokasi.

"Kami mengharapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Selain itu, kami juga mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan pelaksanaan operasi pasar murah di Rohul merupakan tindak lanjut permintaan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu yang turut memberikan subsidi harga bahan pokok.

"Bupati Rohul menyurati BUMD Pangan agar pekan ini kegiatan digelar di wilayahnya. Pemkab juga memberikan subsidi sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok di bawah harga biasanya," ujar Ade.

Melalui subsidi tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Beras CML dijual Rp68 ribu per kemasan 5 kilogram, sementara beras premium Rp70 ribu per 5 kilogram.

Selain itu, gula pasir dijual Rp16 ribu per kilogram, Minyakita Rp14 ribu per liter, minyak goreng premium Rp20 ribu per liter, tepung terigu Rp11 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp45 ribu per papan.

"Untuk bawang putih Rp24 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting, bawang merah, dan kentang juga akan dijual di bawah harga petani," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.