Isu Investasi Rp545 Miliar untuk STY di Persija, Realistis atau Sekadar Rumor?
Garudea Prabawati June 08, 2026 05:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sessat sebelum Shin Tae-yong diperkenalkan kepada publik oleh Persija Jakarta sebagai pelatih yang menggantikan Mauricio Souza pada senin (8/6/2026) siang, sebuah akun media sosial Instagram Goalpost Asia mengungkapkan satu hal mengejutkan tentang kerja sama Persija dengan STY.

"Shin Tae-yong akan segera menjadi pelatih kepala Persia Jakarta. Demi target juara, Persija menjanjikan investasi sebesar 30 juta dolar kepada STY untuk belanja pemain," tulis laporan Goalpost secara ekslusif.

Tak lama setelah postingan Goalpost Asia, Persija kemudian secara resmi memperkenalkan Shin Tae-yong kepada publik.

Namun yang menjadi sorotan dalam laporan tersebut soal isu investasi 30 juta dolar untuk belanja pemain.

Nominal itu dianggap terlalu besar dan mewah bagi sebagian pihak untuk Liga Indonesia.

Di media sosial pun tidak sedikit yang menyoroti tentang jumlah nominal tersebut. Jika dikonversikan ke rupiah saat ini, angkanya menyentuh sekitar Rp 545 miliar.

Tidak hanya di Indonesia, jumlah tersebut bisa dianggap sebagai salah satu budget terbesar di Asia Tenggara dan mendekati lebel klub elit tertentu di Asia.

Dengan budget di atas, Shin Tae-yong bisa mendatangkan pemain berkualitas di Asia, bahkan jika tertarik mendatangkan pemain dari Eropa.

Tapi jika dilihat dari sisi lain ketika ada kata investasi yang disematkan oleh Goalpost, akan menimbulkan pertanyaan, apakah isu nominal yang beredar adalah budget keseluruhan untuk Shin Tae-yong selama masa kontraknya tiga tahun?

Artinya, dengan budget di atas sudah meliputi gaji STY dengan staf pelatihnya, transfer pemain, gaji pemain, bonus, sport science, branding, akademi, hingga fasilitas, dan operasional klub selama tiga tahun ke depan.

Atau nominal tersebut adalah akumulasi selama tiga tahun masa jabatan STY, dengan masing-masing musim menganggarkan 10 juta dolar (sekitar Rp181 miliar kurs saat ini), dan angka itu pun masih cukup besar bagi pengeluaran klub selama satu musim dalam belanja pemain.

Gaji STY memang besar. Hal itu bisa berkaca saat dirinya menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 2019 sampai 2024.

Mantan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pernah mengungkapkan bahwa gaji STY sekitar Rp1,1 miliar perbulan atau sekitar Rp13,2 miliar pertahun. Angka tersebut hanya perkiraan.

Mungkin di klub angkanya akan berbeda, tidak setinggi saat berada di Timnas Indonesia.

Bila diestimasikan secara kasar, gaji STY dengan staf kepelatihannya di Persija berkisar Rp100-120 miliar per 3 tahun.

Transfer pemain lokal dan asing yang ditaksir mencapai Rp200 miliar, infrasturktur dan sport science Rp50-100 miliar, dan lainnya dengan total yang mencapai nominal di atas.

Untuk diketahui, nilai pasar dari skuad Persija pada musim 2025/2026 mencapai Rp136 miliar lebih.

Angka itu selisih Rp10 miliar dengan Persib yang menyandang status juara liga.

Oleh karena itu, soal isu yang berkembang lebih realistis jika disebut sebagai nilai investasi proyek STY selama tiga tahun masa kontraknya.

Jika Persija memiliki besaran anggaran di atas bisa membangun komplek pemusatan latihan yang lengkap dan mumpuni untuk mendukung masa depan klub dan sepak bola Indonesia yang melahirkan bakat-bakat hebat dari akademi.

Persija dalam beberapa tahun terakhir tidak kekurangan talenta berbakat dari akademinya, termasuk ketika mendapat panggilan timnas Indonesia di kelompok umur karena kerap mendominasi dengan mengirimkan pemain terbanyak.

Saat konferensi pers media, Shin Tae-yong tidak menjawab secara tegas soal isu anggaran di atas. Dia berdalih akan melanjutkan komunikasi dengan pihak klub untuk anggaran belanja pemain demi membawa tim kesayangan Jakmania itu kembali merengkuh gelar juara Liga Indonesia.

"Berapanya itu belum tahu juga, kita akan diskusi bersama Direktur Klub Prapanca dan owner Persija, yang jelas saya telah menyampaikan agar membawa pemain-pemain lebih baik agar bisa Liga Indonesia lebih berkembang, apalagi Persija harus menjadi teladan," ucap Shin Tae-yong, Senin (8/6/2026).

Pemusatan Latihan Stoke City

Pada 17 Februari 2026 lalu, klub Inggris, Stoke City baru saja meresmikan tempat pemusatan latihan mereka yang baru di Clayton Wood.

Sebuah proses yang memakan waktu selama 15 bulan dari desai awal yang dibuat pada tahun 2023.

Pembangunan tempat pemusatan latihan itu dikerjakan oleh kontraktor Spaller Metcalfe dengan nilai pembangunan sebesar 10 juta pound atau sekitar 13 dolar (sekitar Rp242 miliar).

Nominal itu setengah dari budget yang diinvestasikan oleh Persija.

Dengan budget 10 juta pound, Stoke City sudah memiliki bangunan baru yang mencakup fasilitas kinerja, ruang pemulihan, rehabilitasi, gimnasium, nutrisi, dan ilmu olahraga yang lebih baik, termasuk ruang krioterapi dan kolam hidroterapi di atas tanah sekitar 14,1 hektare.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.