SURYA.CO.ID, SURABAYA – Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional Surabaya mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Meski harga minyak curah di beberapa lokasi sudah menembus Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram, Pemkot Surabaya memastikan pasokan masih aman dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis minyak goreng, baik curah maupun kemasan. Pemkot bersama Perum Bulog dan instansi terkait terus memantau kondisi pasar untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah gejolak harga yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng curah (bening) tercatat bervariasi. Di Pasar Tambahrejo mencapai Rp21.000 per kilogram, Pasar Pucang Anom Rp16.000 per kilogram, Pasar Wonokromo Rp22.000 per kilogram, Pasar Genteng Baru Rp22.000 per kilogram, Pasar Kembang Rp22.000 per kilogram, Pasar Pabean Rp20.000 per kilogram, dan Pasar Balongsari Rp22.000 per kilogram.
Baca juga: Harga Gula dan Minyak Goreng di Lamongan Melonjak Tajam
Secara rata-rata, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.286 per kilogram.
Sementara itu, harga Minyak Kita kemasan satu liter juga menunjukkan variasi. Di Pasar Tambahrejo dijual Rp22.000, Pasar Pucang Anom Rp16.000, Pasar Wonokromo Rp15.700, Pasar Genteng Baru Rp15.700, Pasar Kembang Rp22.000, Pasar Pabean Rp22.000, dan Pasar Balongsari Rp22.000. Rata-rata harga Minyak Kita tercatat sekitar Rp18.900 per liter.
Pedagang minyak goreng di Pasar Tambahrejo, Sutini, mengaku pasokan barang yang tidak lancar ikut memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
“Barangnya kadang sulit masuk. Kalau stok datangnya telat, kami juga terpaksa jual dengan harga yang menyesuaikan. Jadi memang agak naik karena barangnya juga tidak selalu ada,” kata Sutini.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran, termasuk minyak goreng.
“Kita selalu koordinasi dengan para distributor, baik minyak goreng, beras atau gula. Stok minyak goreng masih aman. Kemarin sudah disidak oleh Bapanas dan Kanwil Bulog. Untuk menjaga kestabilan harga kita adakan operasi pasar dan pasar murah secara berkala," kata Syamsul, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Stok Minyakita Kosong, Harga Minyak Goreng Kemasan di Kota Blitar Naik 5 Persen
Menurutnya, stok Minyak Kita memang lebih terbatas dibandingkan merek lain. Namun kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi melalui produk minyak goreng alternatif yang tersedia di pasaran.
"Khusus Minyak Kita memang stoknya menipis, tapi masih bisa dicover oleh minyak goreng dengan merek yang lain. Jadi masyarakat jangan terfokus ke merek tertentu," ujarnya.
Pemkot Surabaya bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional juga akan terus melakukan pemantauan serta intervensi pasar apabila ditemukan lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.
Selain minyak goreng, sejumlah komoditas pangan lain turut mengalami pergerakan harga. Beras premium tercatat rata-rata Rp15.857 per kilogram, sedangkan beras medium Bulog sekitar Rp12.250 per kilogram. Untuk komoditas cabai, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp51.857 per kilogram dan cabai merah keriting sekitar Rp48.571 per kilogram.
Syamsul menegaskan upaya pengendalian harga akan terus dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Soal kapan stok aman, nanti coba kita koordinasikan kembali,” katanya.