NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Keluhan warga terkait kondisi Jalan HR Soebrantas di Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna.
Meski diakui sebagai jalan kabupaten dan telah masuk daftar prioritas pembangunan, perbaikan ruas jalan tersebut dipastikan belum dapat dilakukan pada tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Natuna, Agus Supardi mengatakan keterbatasan anggaran menjadi alasan utama belum dilaksanakannya pemeliharaan jalan tersebut tahun ini.
"Ya benar, itu jalan kabupaten. Kita usulkan lagi untuk tahun 2027 ya," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunbatam.id, Senin (8/6/2026) siang.
Menurut Agus, anggaran Dinas PUPR saat ini masih difokuskan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran pekerjaan yang tertunda pada tahun-tahun sebelumnya.
"Untuk tahun 2026 ini belum bisa dilakukan pemeliharaan. Anggaran kita utamakan untuk bayar utang 2024 dan utang 2025 dulu," katanya.
Meski demikian, ruas Jalan HR Soebrantas dipastikan telah masuk dalam daftar usulan prioritas pembangunan tahun depan.
Rencana penanganan yang disiapkan bukan sekadar penambalan, melainkan peningkatan kualitas jalan melalui pekerjaan overlay atau pelapisan ulang aspal.
"Untuk ruas jalan ini sudah masuk usulan prioritas pada 2027. Kegiatannya adalah overlay dari Jalan HR Soebrantas depan Kantor Kementerian Agama sampai ruas simpang menuju RSUD Natuna," tutur Agus.
Pantauan Tribunbatam.id, terdapat tiga titik lubang yang tersebar dalam rentang sekitar 50 meter di ruas jalan yang berada tak jauh dari Simpang Padang Kurak.
Sebagian lubang bahkan telah ditutup sementara oleh warga menggunakan pasir dan batu kerikil, untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kerusakan jalan tersebut membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus memperlambat kendaraan saat melintas.
Beberapa pengendara terlihat mengubah arah laju kendaraan untuk menghindari lubang yang berada di badan jalan.
Warga sekitar mengaku khawatir kondisi itu dapat memicu kecelakaan, terlebih jalan tersebut merupakan salah satu akses yang cukup ramai dilalui masyarakat setiap hari.
"Lumayan dalam lubangnya. Itu saja sudah ditutup sama warga sini pakai pasir sama batu. Jadi sudah ketutup sedikit, tapi tak lama kemudian berlubang lagi," kata Lin, warga setempat.
Keluhan serupa disampaikan Riki, seorang pengendara yang hampir setiap hari melintasi jalan tersebut.
"Bahaya lubangnya, Bang. Kalau tidak ditutup sementara seperti itu, lubangnya dalam. Kalau lewat sini memang harus hati-hati, apalagi malam," ujarnya.
Warga berharap rencana perbaikan yang telah diusulkan dapat direalisasikan, sehingga kondisi jalan di pusat kota itu kembali mulus dan aman bagi pengguna jalan. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)