Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peluang kerja tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri terus terbuka.
Melihat kebutuhan tersebut, Fakultas Keperawatan ARS University menyiapkan mahasiswa profesi Ners agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Salah satu tahapannya ditandai dengan prosesi angkat sumpah terhadap 22 mahasiswa Pendidikan Profesi Ners yang digelar di Prime Park Hotel, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung,
Rektor ARS University Prof. Dr. H. Purwadhi, MPd mengatakan kebutuhan tenaga perawat di sejumlah negara masih cukup tinggi.
Karena itu, pihaknya terus mendorong lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, ARS University telah menjalin kerja sama untuk penempatan tenaga perawat ke beberapa negara, di antaranya Jepang, Taiwan, Jerman, Korea Selatan hingga kawasan Timur Tengah.
"Kesempatan bekerja di luar negeri cukup terbuka. Karena itu mahasiswa harus dipersiapkan sejak awal agar memiliki kompetensi dan kesiapan yang dibutuhkan," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Prof. Purwadhi menjelaskan, angkat sumpah profesi merupakan tahapan penting sebelum mahasiswa menjalani proses pendidikan profesi secara penuh.
Selain aspek akademik, mahasiswa juga dibekali etika dan tanggung jawab profesi sebagai tenaga kesehatan.
"Sebanyak 22 mahasiswa mengikuti angkat sumpah tahun ini. Setelah menyelesaikan pendidikan profesi, mereka akan didorong untuk mengurus Nomor Induk Registrasi Anggota (NIRA) dan Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai syarat praktik keperawatan."
Selain menyiapkan lulusan untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan, Fakultas Keperawatan ARS University juga mengembangkan program home care yang memberikan pengalaman pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
"Saya dapat informasi saat ini, perawat yang tidak punya NIRA tidak diperkenankan praktek di rumah sakit dan dilarang menjalankan kegiatan sebagai Perawat," imbuhnya.
Dia menilai profesi perawat masih memiliki prospek yang menjanjikan. Hal itu tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap Program Studi Keperawatan ARS University yang saat ini telah menerima hampir 120 mahasiswa baru.
"Kami sangat bersyukur, mahasiswa baru kita di prodi Keperawatan ini adalah salah satu prodi favorit dan unggulan di ARS University. Saat ini sudah mencapai hampir 120 mahasiswa baru. Kami sangat optimis, kini masih ada waktu untuk terus bertambah calon mahasiswa baru kita dan masih terbuka silahkan hubungi bidang Panitia Mahasiswa Baru (PMB),"ujarnya.
Perwakilan dari Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Jawa Barat, Masdum Ibrahim, mengatakan kebutuhan tenaga perawat profesional akan terus meningkat seiring berkembangnya layanan kesehatan.
Masdum juga mengungkapkan jumlah perawat yang telah memiliki Nomor Induk Registrasi Anggota (NIRA) di Jawa Barat saat ini mencapai lebih dari 107 ribu orang.
Menurutnya, registrasi profesi menjadi salah satu langkah penting bagi perawat sebelum menjalankan praktik maupun mengembangkan karier di berbagai sektor layanan kesehatan.
Ia berharap lulusan ARS University dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan kompetensi dan menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami berharap lulusan ARS University dapat berkontribusi memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas, baik di dalam negeri maupun ketika mendapatkan kesempatan berkarier di luar negeri," katanya.