TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Rahman (58), seorang wiraswasta yang berdomisili di Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat kehilangan uang Rp15,9 juta serta satu lembar KTP dan satu lembar SIM, diduga dicuri Orang Tak Dikenal (OTK).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Baca juga: 104 Laga Piala Dunia 2026 Terancam Tak Bisa Disaksikan di 80 Desa se-Sulbar karena Blank Spot
Baca juga: KRONOLOGI 2 Truk Pengangkut Sawit di Mamuju Tengah Adu Banteng HIngga 1 Sopir Tewas
Istri korban mengaku sempat mendengar suara seperti langkah kaki yang menginjak daun-daun kering di belakang rumah saat hendak ke kamar mandi pada malam kejadian.
Namun, suara tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena rumah berada di area perkebunan yang sering dilalui babi hutan.
Keesokan harinya sekitar pukul 05.30 WITA, korban bersama istrinya mendapati pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka.
Setelah diperiksa, tas raket yang digunakan untuk menyimpan uang serta beberapa barang lainnya sudah tidak berada di tempat semula.
Saat melakukan pencarian di sekitar rumah, korban menemukan tas raket dan dompet miliknya dalam keadaan kosong dan berserakan di sekitar pohon kakao.
Diketahui, saat kejadian korban dan istrinya sedang berada di rumah kebun untuk menjaga pohon rambutan yang sedang berbuah.
Jarak antara rumah kebun dan rumah utama diperkirakan sekitar 30 meter.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Mammi, Polsek Binuang, Bripka J. Arianto, ED melakukan pengecekan TKP sekaligus mengarahkan korban untuk segera membuat laporan polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi tindak kriminal, terutama pada rumah yang berada di area perkebunan atau jauh dari permukiman. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat," ujar BRIPKA J. Arianto, ED.
Pihak kepolisian saat ini masih menunggu laporan resmi dari korban untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (*)