31 Titik di Kota Bandung Rawan Kekeringan Saat Kemarau, Kebutuhan Air Capai 75.480 Liter Per Hari
Kemal Setia Permana June 08, 2026 07:45 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan akibat fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan memicu kemarau panjang dan cuaca ekstrem pada tahun ini.

Berdasarkan hasil pemenataan BPBD, ada puluhan titik di beberapa kelurahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Sehingga, antisipasi dilakukan dengan fokus pada penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan, secara keseluruhan ada 31 titik rawan yang berpotensi mengalami kekeringan saat kemarau terutama krisis air bersih yang dialami oleh masyarakat.

‎"Saat ini, kami sudah melakukan verifikasi lokasi-lokasi yang memiliki pengalaman rawan kebutuhan air bersih saat musim kemarau," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (8/6/2026).

‎Berdasarkan data sementara, titik rawan kekeringan itu ada di wilayah berikut:

  • Kelurahan Ciroyom - 8 titik
  • Kelurahan Maleber - 14 titik
  • Kelurahan Cempaka - 3 titik
  • Kelurahan Garuda - 1 titik.

Baca juga: Pendaftaran SPMB 2026 Kota Bandung Sudah Dibuka, Tahap 1 Untuk Jalur Afirmasi dan Prestasi

‎Ia mengatakan, dari hasil perhitungan sementara bahwa kebutuhan air bersih di wilayah-wilayah terdampak tersebut mencapai puluhan ribu liter per hari dengan biaya yang diperlukan mencapai puluhan juta per hari.

‎"Sekarang masih kami verifikasi. Kebutuhan airnya sekitar 75.480 liter per hari. Jika harus disuplai menggunakan truk tangki, biayanya sangat besar, bisa mencapai sekitar Rp31 juta per hari," kata Didi.

‎Saat ini, pihaknya terus melakukan verifikasi untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat di setiap lokasi. Sebab, sebagian warga masih memiliki sumber air untuk kebutuhan tertentu seperti mandi dan mencuci, namun mengalami keterbatasan untuk kebutuhan air minum.

‎"Kami sedang mendata mana yang benar-benar membutuhkan suplai penuh dan mana yang hanya membutuhkan untuk kebutuhan tertentu, seperti air minum," ucapnya.

‎Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD juga mengkaji kemungkinan pembangunan sumber air baru melalui pengeboran sumur. Usulan tersebut muncul dalam rapat pemerintah yang dipimpin Wali Kota Bandung dan melibatkan sejumlah pihak, termasuk TNI.

‎"Kami sedang melakukan survei lokasi yang memungkinkan untuk titik pengeboran. Informasinya, jika memungkinkan, TNI juga siap membantu," ujar Didi.

‎Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan program penanaman pohon bersama organisasi pecinta alam Wanadri untuk meningkatkan daya resap tanah dan memperkuat ketahanan sumber air tanah di Bandung Timur serta Bandung Utara.

Baca juga: Resmi Dikenalkan Sebagai Pelatih Persija, Shin Tae-yong Senggol Persib Bandung

‎Berdasarkan hasil pendataan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, terdapat lebih dari 100 hektare lahan yang berpotensi dijadikan lokasi penanaman.

‎"Banyak lahan yang sudah didata bersama DPKP, luasnya lebih dari 100 hektare. Saat ini sedang disurvei satu per satu. Mudah-mudahan mulai Juli kami sudah bisa memulai penanaman," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.