Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Penunjukan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta langsung memantik antusiasme luar biasa, tak terkecuali dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut positif gebrakan ini dan langsung menaruh harapan besar di pundak pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Shin Tae-yong resmi diumumkan sebagai nakhoda baru Macan Kemayoran menggantikan Mauricio Souza pada Senin (8/6/2026).
Baca juga: Jadi Pelatih Baru Persija, Shin Tae-yong Janjikan Permainan Terbaik untuk Jakmania
Kedatangannya tak sekadar menjadi angin segar, tetapi juga membawa beban ekspektasi tinggi jelang momen bersejarah ibu kota.
Target Puncak di Momen Spesial Jakarta
Tahun 2027 akan menjadi momen monumental bagi Jakarta yang merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-500.
Pramono Anung secara terbuka berharap tangan dingin STY mampu membawa trofi sebagai perayaan hari jadi kota tersebut.
“Yang pertama saya tentunya mengucapkan selamat dulu kepada Shin Tae-yong yang telah terpilih menjadi pelatih Persija. Dan kebetulan tahun depan itu Jakarta 500 tahun. Sebagai Gubernur Jakarta, saya tentunya sangat berharap bahwa Persija dalam kepelatihan yang dipimpin oleh Shin Tae-yong bisa memberikan kado istimewa bagi Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (8/6/2026).
Ketika dipertegas apakah kado istimewa tersebut adalah gelar juara Liga 1, Pramono memberikan jawaban singkat yang sarat makna.
“Kado istimewa buat Jakarta. 500 tahun,” ujarnya.
Keyakinan Reuni STY dengan Bintang Lokal
Optimisme Gubernur DKI Jakarta bukan tanpa alasan. Ia menilai Persija memiliki fondasi skuad yang sangat mumpuni, terutama barisan pemain domestik yang sudah sangat akrab dengan taktik Shin Tae-yong semasa di Timnas Indonesia.
Beberapa pilar penting seperti Witan Sulaeman, Dony Tri Pamungkas, hingga Rizky Ridho diyakini akan semakin bersinar di bawah asuhan STY.
“Secara materi pemain, sebenarnya Jakarta pemainnya, terutama pemain domestiknya, cukup bagus. Saya berharap betul karena Shin Tae-yong punya pengalaman pernah menjadi pelatih nasional kita, pasti dia punya cara untuk bisa membuat Persija berprestasi lebih baik,” ujarnya.
Merespons isu berakhirnya kontrak Witan Sulaeman tahun ini, Pramono sangat yakin bahwa sang pemain sayap akan tetap dipertahankan dan menjadi pilar penting.
“Witan punya pengalaman baik dengan Shin Tae-yong ketika dia menjadi pelatih nasional. Saya yakin Witan, Doni, Ricky, pasti dipakai lagi,” katanya.
Meski pengumuman STY baru dirilis resmi pada awal pekan ini melalui kanal YouTube PersijaTV, Pramono Anung ternyata tidak terkejut.
Ia mengakui sudah mengetahui pergerakan transfer pelatih ini sejak awal, meski memastikan tidak ada intervensi pemerintah dalam dapur manajemen klub.
“Sebagai gubernur pasti tahulah. Enggak mungkin gubernur tahunya ketika diumumkan, pasti sudah tahu duluan. Saya tahu,” katanya.
“Dengan Persijanya ada komunikasi. Tapi saya tidak mau mencampuri karena itu merupakan kewenangan Persija sepenuhnya,” ucapnya.
Kini, patut dinantikan racikan taktik Shin Tae-yong di level klub Tanah Air. Apakah ia sanggup menjawab tantangan Gubernur DKI untuk mempersembahkan kado terindah di ulang tahun setengah milenium Jakarta?