TRIBUNTRENDS.COM – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengajak generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi di media sosial serta mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan saat kegiatan Ngobrol Inspiratif: Anak Muda Bagian dari Solusi Negeri di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga komunitas itu berlangsung interaktif.
Sejumlah narasumber duduk bersama di atas panggung pendopo, berdiskusi mengenai tantangan generasi muda di era digital, mulai dari maraknya hoaks hingga pentingnya partisipasi dalam pembangunan.
Dalam pemaparannya, Hamenang menyoroti derasnya arus informasi yang membuat sebagian anak muda kerap membangun persepsi terhadap pemerintah hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menciptakan jarak antara pemerintah dan generasi muda apabila tidak diimbangi dengan ruang dialog yang terbuka.
"Jangan hanya menjadi objek. Anak muda harus menjadi subjek pembangunan dan ikut menentukan masa depan daerahnya," ujarnya.
Hamenang mengatakan Pemerintah Kabupaten Klaten berupaya membuka ruang partisipasi bagi generasi muda melalui berbagai program, seperti Sistem Informasi Ketenagakerjaan dan Industri (Sikendi), beasiswa pendidikan, creative hub, hingga layanan pengaduan masyarakat.
Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting karena merekalah yang nantinya melanjutkan estafet pembangunan.
"Mulailah mengganti pesimisme dengan optimisme. Kalau anak muda dan pemerintah bisa berjalan bersama, maka masa depan daerah akan jauh lebih baik," katanya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi. Menurutnya, generasi muda perlu tetap kritis, tetapi tidak berhenti pada kritik semata.
"Jiwa mengkritik tidak boleh hilang. Tetapi kritik tidak boleh berubah menjadi hujatan yang berlebihan. Setelah kritik harus ada tindak lanjut berupa solusi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Klaten M. Aria Rosyid mengingatkan pentingnya kesadaran hukum bagi generasi muda melalui prinsip Kenali Hukum, Jauhi Hukuman.
Ia juga mengajak pemuda ikut mengawasi lingkungan sosial, termasuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan mengawal proses demokrasi di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber juga mengapresiasi kemunculan Gerakan Solusi Indonesia (GSI).
Mereka menilai gerakan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya bertanya mengenai persoalan bangsa, tetapi juga mengambil bagian dalam penyelesaiannya melalui aksi nyata sesuai kapasitas masing-masing.
Gerakan tersebut juga diharapkan menjadi wadah mempertemukan ide, pengalaman, pengetahuan, dan berbagai potensi anak bangsa untuk mendukung pembangunan dari tingkat lokal hingga nasional. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)