TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Puluhan tokoh pemuda dan warga Desa Madusari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang mendatangi kantor pemerintah desa dan memasang spanduk pengingat di sekitar lapangan desa yang sebagian lahannya digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Senin (8/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengingat kepada Pemerintah Desa Madusari agar merealisasikan komitmen pembangunan kembali lapangan desa yang sebelumnya disepakati bersama warga.
Perwakilan warga, Arif Widodo, mengatakan masyarakat sebenarnya telah memberikan kesempatan kepada pemerintah desa untuk memenuhi kesepakatan yang dicapai dalam mediasi pada akhir Desember 2025. Dalam pertemuan itu, pembangunan lapangan ditargetkan selesai paling lambat Mei 2026.
"Kesepakatan sudah lama. Pihak desa menjanjikan pembangunan pada akhir Mei, tetapi sampai Juni belum ada tindakan yang terlihat sehingga kami datang untuk mengingatkan kembali janji yang sudah disepakati," kata Arif.
"Selama enam bulan itu belum ada tindakan yang terlihat. Masyarakat akhirnya kembali mempertanyakan komitmen yang sudah dituangkan dalam perjanjian bermeterai dan disaksikan perangkat desa maupun tokoh masyarakat," ujarnya.
Sebagai bentuk pengingat, warga kemudian memasang banner di sekitar lokasi pembangunan. Arif menegaskan langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih, melainkan upaya mengingatkan adanya kesepakatan yang belum direalisasikan.
"Kami membuat banner untuk mengingatkan bahwa waktu yang disepakati sudah lewat. Tujuannya agar ada tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah dibuat bersama," katanya.
Aksi warga tersebut berujung pada musyawarah lanjutan yang digelar di Gedung Olahraga Desa Madusari pada Senin (8/6/2026). Pertemuan yang dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan masyarakat itu menghasilkan kesepakatan percepatan pembangunan lapangan desa.
Tahapan pekerjaan meliputi perataan tanah pada 8-28 Juni 2026, pembangunan drainase pada 29 Juni hingga 6 Juli 2026, serta pemadatan lahan pada 7-13 Juli 2026. Selanjutnya pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan senderan permanen, drainase permanen, hingga penanaman rumput yang ditargetkan selesai sekitar 31 Agustus 2026.
Karang Taruna Desa Madusari juga akan dilibatkan dalam pengawasan pembangunan. Perwakilan pemuda akan bertugas sebagai mandor lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan kesepakatan.
Arif menjelaskan, warga pada dasarnya mendukung keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah dibangun. Namun masyarakat berharap fasilitas publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga tetap mendapatkan penggantian yang layak.
"Kami bukan meminta ganti lokasi lapangan. Lapangan tetap di tempat yang sama. Yang kami minta adalah bagian lapangan yang digunakan untuk pembangunan koperasi diganti sehingga fungsi lapangan tetap seperti semula," tegasnya.
Menurutnya, lapangan tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat karena digunakan untuk kegiatan olahraga, turnamen, kegiatan sekolah, perkemahan, hingga berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.
Dengan adanya kesepakatan terbaru tersebut, masyarakat berharap pembangunan lapangan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga fasilitas publik yang selama ini menjadi pusat kegiatan warga dapat kembali digunakan pada akhir Agustus 2026.