BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sedikitnya lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pangkalpinang tetap melanjutkan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski sempat menghadapi keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat.
Lima dapur MBG yang tetap beroperasi tersebut yakni SPPG Kecamatan Taman Sari, SPPG Kecamatan Rangkui, SPPG Pondok Cabik, SPPG Air Salemba, dan SPPG Pangkalbalam 1.
Kepala SPPG Kecamatan Taman Sari, Hafiz Tri Aditya mengatakan pihaknya juga sempat bersiap menghentikan operasional dapur pada Selasa karena dana belum masuk hingga siang hari.
Namun menjelang sore, dana operasional akhirnya masuk ke virtual account dapur sehingga distribusi makanan diputuskan tetap berjalan.
"Kami sempat bersiap tidak beroperasi besok. Namun dana akhirnya masuk siang hingga sore hari sehingga kami langsung menghubungi para pemasok untuk menyiapkan bahan baku," kata Hafiz kepada Bangkapos.com, Senin (8/6/2026).
Ia mengaku kondisi tersebut menjadi pengalaman pertama sejak program MBG dijalankan di wilayahnya.
"Selama ini tidak pernah terjadi keterlambatan seperti sekarang. Baru kali ini kami mengalami kondisi seperti ini," ujarnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di SPPG Kecamatan Rangkui yang berlokasi di Jalan A. Yani No. 6, Kelurahan Masjid Jamik, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang.
Baca juga: Dana Telat Cair, 3.249 Penerima MBG di Air Mesu Timur Tak Terlayani Sehari
Dapur MBG tersebut tetap beroperasi dan melakukan persiapan untuk distribusi makanan keesokan harinya.
Saat didatangi Bangkapos pukul 18.30 WIB aktivitas di dalam dapur masih berlangsung.
Lebih dari enam sepeda motor terparkir di sekitar lokasi, sementara sejumlah relawan yang mengenakan seragam bertuliskan SPPG tampak sibuk melakukan persiapan.
Salah seorang relawan memastikan dapur tetap beroperasi meski persiapan dilakukan hingga malam hari.
"Masak malam ini," ujarnya singkat kepada Bangkapos.
Kondisi serupa juga terlihat di SPPG Pondok Cabik, Jalan Aipda Rebuin No. 164, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang.
Sejumlah pria tampak bolak-balik mengangkut bahan baku berupa telur ayam ke dalam area dapur.
Salah seorang relawan mengatakan dapur tetap beroperasi, namun proses persiapannya jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa.
"Hari ini tetap beroperasi, tetapi memang sangat berbeda dari biasanya. Kalau biasanya stok bahan sudah tersedia lebih awal, kali ini semuanya sangat mendadak. Persiapan baru dilakukan sore ini," katanya kepada Bangkapos.
Kondisi serupa terpantau di SPPG Air Salemba dan SPPG Pangkalbalam 1.
Terpaksa Libur
Sebelumnya, Program MBG di wilayah layanan SPPG Air Mesu Timur terpaksa dihentikan sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional yang berimbas pada ketidakcukupan waktu untuk pengadaan bahan baku makanan.
"Dananya memang cair sore tadi. Tapi tidak mungkin langsung digunakan. Supplier juga perlu waktu untuk menyiapkan bahan. Misalnya ayam harus dipotong ribuan porsi, sayur harus disiapkan, jadi sangat mendadak dan tidak memungkinkan untuk distribusi besok pagi," kata Ade Meza, Kepala SPPG Air Mesu Timur, kepada Bangkapos.com, Senin (8/6/2026).
Hal itu tidak terlepas dari kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk melakukan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pada Senin kami masih distribusi seperti biasa. Namun setelah dihitung, dana yang tersisa hanya sedikit. Dengan jumlah tersebut kami tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pengadaan bahan baku dalam jumlah besar," kata Ade.
Ia menjelaskan sesuai arahan yang diterima, operasional dapur tidak diperbolehkan berjalan apabila ketersediaan dana sudah berada di bawah batas minimal yang ditentukan.
Karena itu, pihaknya memutuskan menginformasikan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat bahwa distribusi makanan untuk Selasa terpaksa dihentikan sementara hingga ada kepastian pencairan dana dari pusat.
"Awalnya kami sudah menyampaikan bahwa untuk besok tidak ada distribusi sampai ada informasi lebih lanjut atau sampai dana kembali cair," ujarnya.
Namun secara tidak terduga, dana operasional baru masuk ke rekening virtual account dapur pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut Ade, apabila pencairan dana tidak kunjung dilakukan, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan sejumlah opsi, termasuk melakukan penyesuaian menu menggunakan bahan baku yang lebih mudah diperoleh dari pemasok.
Ia bahkan telah mengarahkan ahli gizi untuk menyiapkan alternatif menu dengan bahan yang lebih mudah didapat seperti beku, tahu, serta sayuran yang tersedia di pasaran apabila dana datang secara tiba tiba.
"Kami sudah menyiapkan skenario jika dana belum cair akan di hentikan hingga hari Jumat. Apabila dana cair di pagi atau siang hari menu akan dibuat lebih sederhana dengan bahan yang mudah didapat agar distribusi tetap bisa berjalan," katanya.
Ade memastikan distribusi MBG di wilayah Air Mesu Timur akan kembali berjalan mulai Rabu (10/6/2026) setelah seluruh kebutuhan bahan baku berhasil dipenuhi.
Ia menyebut keterlambatan pencairan dana kali ini merupakan kejadian pertama sejak dapur MBG yang dipimpinnya beroperasi sekitar delapan bulan lalu.
"Selama delapan bulan berjalan, baru kali ini kami mengalami kendala seperti ini. Sebelumnya tidak pernah sampai menghentikan distribusi karena persoalan pencairan dana," ujarnya.
Menurut Ade, berdasarkan informasi yang diterimanya, keterlambatan pencairan dana tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, tetapi juga dialami sejumlah SPPG di berbagai daerah di Indonesia.
"Hampir di banyak daerah juga mengalami keterlambatan pencairan. Kemungkinan ada proses penyesuaian atau transisi administrasi dari pusat," katanya. (Bangkapos.com/Erlangga)