Profil Yusril Ihza Mahendra, Menko Kumham Imipas yang Ambil Langkah Tegas Usai Silmy Karim Ditangkap
Pipit Maulidya June 08, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Inilah Profil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi serta Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra.

Yusril tengah menjadi sorotan publik usai mengambil langkah tegas melakukan konsolidasi di internal kementeriannya.

Langkah ini diambil menyusul mencuatnya kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menyeret nama eks Wamen Imipas, Silmy Karim.

Dalam pertemuan tertutup di Graha Pengayoman Kemenkum, Jakarta, Senin (8/6/2026), Yusril mengumpulkan jajaran menteri dan wakil menteri, termasuk Wamenko Otto Hasibuan dan Menteri Imipas Agus Andrianto.

"Maksud dari pertemuan konsolidasi ini adalah untuk mengingatkan seluruh jajaran birokrasi... sehubungan dengan terjadinya beberapa peristiwa sejak minggu yang lalu yang menjadi sorotan dan perhatian publik," ujar Yusril dikutip dari Tribunnews.com.

Sebagai tokoh sentral di bidang hukum Indonesia, profil Yusril Ihza Mahendra selalu menarik untuk disimak, mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, hingga karier politiknya yang panjang.

Baca juga: KPK Bongkar Modus Pemerasan Izin Tinggal WNA oleh Silmy Karim Cs, Nilainya Capai Ratusan Miliar

Profil

Yusril Ihza Mahendra lahir pada 5 Februari 1956 di Lalang, Manggar, Belitung Timur. Ia lahir dari pasangan Idris Haji Zainal dan Nursiha Sandon sebagai anak ke-6 dari 11 bersaudara.

Darah Minangkabau mengalir kuat dalam dirinya melalui sang ibu yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Sementara ayahnya memiliki garis keturunan dari Johor, Malaysia, yang telah menetap di Belitung sejak abad ke-19.

Sang ayah dikenal sebagai sosok multitalenta, mulai dari guru, penulis novel, hingga aktivis Partai Masyumi.

Jejak Pendidikan

Pendidikan dasar Yusril ditempuh di SDN Manggar, Bangka Belitung, dan lulus pada tahun 1969. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMPN Manggar dan SMA Perguruan Islam Bangka Belitung.

Ketertarikannya pada dunia intelektual membawanya ke Universitas Indonesia (UI).

Awalnya ia mendalami Ilmu Filsafat di Fakultas Sastra, namun setahun kemudian beralih ke jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI dan lulus pada 1983.

Haus akan ilmu, Yusril melanjutkan studi S-2 di University of the Punjab, India, dan meraih gelar Master pada 1984. Ia juga sempat menimba ilmu Hukum dan Ilmu Pengetahuan Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) sebelum akhirnya meraih gelar doktor (Ph.D) dari University Sains Malaysia.

Karier Akademik dan Penulis Pidato Presiden Soeharto

Sebelum terjun penuh ke politik, Yusril merupakan seorang akademisi. Ia memulai karier sebagai asisten dosen bagi pakar hukum ternama seperti Prof. Ismail Suny dan Prof. Osman Raliby di UI.

Puncaknya, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Tata Negara UI pada tahun 1998.

Satu fakta menarik dari perjalanan kariernya adalah perannya sebagai penulis pidato Presiden Soeharto. Sejak 1996 hingga jatuhnya Orde Baru pada 1998, Yusril tercatat telah menyusun sebanyak 204 pidato untuk sang "Smiling General".

Kiprah Politik dan Jabatan Menteri

Yusril dikenal sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang lahir pada era Reformasi 1998.

Di panggung pemerintahan, ia dikenal sebagai sosok "menteri semua zaman":

Menteri Hukum dan Perundang-undangan (1999–2001) di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menteri Hukum dan HAM (2001–2004) di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri.

Menteri Sekretaris Negara (2004–2007) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain jabatan publik, Yusril juga dikenal sebagai pengacara papan atas. Ia pernah membela pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014, dan kemudian menjadi pengacara pro bono (gratis) bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.