Badung Bali Gelar Pasar Murah Bersubsidi Untuk Tekan Inflasi Jelang Galungan
Putu Dewi Adi Damayanthi June 09, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung  menggelar Pasar Murah bersubsidi menjelang hari raya Galungan. 

Pasar murah yang dilaksanakan itu pun sebagai upaya dalam menekan harga kebutuhan pokok yang merangkak naik.

Selain itu, cara tersebut juga sebagai upaya menekan laju inflasi akibat lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. 

Melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UMKP) pasar murah sendiri dilaksanakan di beberapa lokasi agar masyarakat bisa mudah menjangkau.

Baca juga: JAGA Inflasi Jelang Nyepi dan Idulfitri, Polda Bali, TP PKK Bali dan DKPKP Gianyar Gelar Pasar Murah

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan Pasar Murah dilakukan selama dua hari. 

Adapun produk yang diperdagangkan, yakni beras, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir.

"Program ini dilaksanakan di dua lokasi strategis, yakni di Jaba Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kelan, Kuta serta di Lapangan I Wayan Gosa, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal,” ungkap Sagung Rosyawati pada Senin 8 Juni 2026

Melalui program bertajuk Pasar Murah Bapokting (Bahan Pokok dan Penting) Bersubsidi, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. 

Warga dapat memperoleh paket sembako dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

"Dalam kegiatan ini, satu paket sembako dijual seharga Rp 150.000 dari harga normal sekitar Rp 200.000. Paket tersebut terdiri dari beras 7,5 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur ayam 10 butir, dan gula pasir 1 kilogram,” bebernya.

Selain sembako, Diskop UKMP Badung juga menyediakan kebutuhan gas 3 kg dan kelengkapan upacara. Setidaknya terdapat 200 tabung gas yang disediakan. 

Selain itu, pihaknya bersama Wakil Gubernur juga akan melakukan pemantauan harga rutin bersama TPID.

“Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat diwajibkan mengambil kupon langsung di lokasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari, mengingat kebutuhan bahan pokok meningkat menjelang hari raya,” ucapnya.

Tak hanya menyediakan kebutuhan pangan murah, kegiatan ini juga diramaikan dengan hiburan live music. 

"Kami turut mendorong digitalisasi transaksi melalui pembayaran non-tunai menggunakan QRIS. Bahkan, 10 warga pertama yang bertransaksi menggunakan QRIS berkesempatan mendapatkan hadiah menarik,” katanya.

“Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga perayaan Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan tenang tanpa tekanan ekonomi,” imbuhnya (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.