TERPOPULER KALSEL- Rekonstruksi Pembunuhan Ustadzah dan Nasib Pemilihan Rektor ULM
M.Risman Noor June 09, 2026 09:46 AM

Hingga penutupan batas akhir pendaftaran calon Rektor, hanya ada 3 orang yang mendaftar.

Keluarga korban meminta pelaku dihukum seberat mungkin.

Baca juga: UMKM Pulausari Tanahlaut Diajari Bikin Konten Jualan dari Ponsel, Agar Produk Tembus Pasar Digital

Baca juga: Uang Pemerasan Staf ESDM Kalsel Capai Rp 1,2 Miliar, Permintaan Diduga Disertai Ancaman Ini

1. Nasib Pemilihan Rektor ULM

Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 dipastikan mengalami penyesuaian jadwal.

Panitia Pilrek bersama Senat ULM akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait jumlah bakal calon (bacalon) rektor yang tidak memenuhi syarat minimal.

Hingga berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran, Minggu (7/6/2026), jumlah bakal calon rektor yang menyerahkan berkas ke panitia tercatat hanya tiga orang.

Mereka adalah Dr Iwan Aflanie, Prof Ahmad, Prof Muthia Elma.

Jumlah tersebut masih berada di bawah ketentuan minimal empat bakal calon, sebagaimana diatur dalam Peraturan Senat ULM Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor ULM Periode 2026–2030.

Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof Ifrani mengatakan, konsultasi dengan kementerian rencananya berlangsung pada Kamis (11/6/2026) mendatang.

Hasil konsultasi tersebut akan menjadi dasar penentuan kelanjutan tahapan Pilrek berikutnya.

“Setelah konsultasi dengan kementerian, baru akan kami sampaikan jadwal terbaru, termasuk terkait penetapan calon,” ujarnya kepada Bpost, Senin (8/6/2026).

Sebelumnya, Senat ULM menjadwalkan rapat tertutup penetapan bakal calon rektor pada 10 Juni 2026 dan pengumuman hasilnya kepada publik pada 12 Juni.

Namun, dengan belum terpenuhinya syarat minimal jumlah pendaftar, tahapan tersebut untuk sementara ditunda sambil menunggu arahan dari kementerian.

Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 menghadirkan tiga bakal calon dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

Mereka berasal dari rumpun ilmu ekonomi, kedokteran, dan teknik kimia, serta memiliki rekam jejak kepemimpinan yang beragam di lingkungan kampus maupun dunia profesional.

Ketiga nama yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor adalah Prof Ahmad, Dr Iwan Aflanie, Prof Muthia Elma.

Baca juga: Profil Bakal Calon Rektor ULM 2026-2030, Ada Prof Ahmad, Iwan Aflanie dan Muthia Elma

2. Rekonstruksi Pembunuhan Ustadzah di Banjarbaru

Kasus pembunuhan disertai pencurian yang korbannya seorang ustadzah di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan memasuki babak baru.

Petugas kepolisian melakukan rekonstruksi ulang di tempat kejadian perkara (TKP) di area perkebunan di Jalan Jeruk, Kelurahan Sungaiulin, Banjarbaru pada Senin (8/7/2026).

Pantauan BPost, rekonstruksi kali ini langsung menghadirkan kedua pelaku, yaitu Ahmad Sodikin dan Firman.

Sementara itu, korban, Ustadzah Hasanah pada saat rekonstruksi digantikan oleh orang lain dan boneka manekin.

Selain petugas kepolisian dari Polres Banjarbaru, rekonstruksi juga dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru. 

Termasuk, sejumlah keluarga korban dan warga setempat juga hadir berbondong-bondong untuk melihat secara langsung proses rekonstruksi.

Bahkan, mereka membawa kain kuning yang di dalamnya ada tulisan tuntutan agar pelaku dihukum mati.

Salah seorang keluarga korban, Hj Rahmawati, mengatakan, mereka hadir untuk menyaksikan secara langsung proses rekonstruksi dan meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Hukuman mati atau seberat-beratnya, seumur hidup paling tidak seperti itu," ujarnya. 

Perwakilan keluarga korban jut mengaku merasa sangat sedih dan terharu melihat proses rekonstruksi, serta tidak dapat membayangkan penderitaan korban yang sempat meminta pertolongan saat kejadian namun tidak ada yang membantu. 

Hj Rahmawati mengaku menghadiri proses rekonstruksi perkara bersama rombongan yang mayoritas merupakan pihak keluarga korban.

Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono, mengatakan pada rekonstruksi kali ini terdapat 53 adegan yang diperagakan oleh para pelaku.

Jumlah tersebut bertambah dari rekonstruksi awal yang sebelumnya hanya memperagakan 47 adegan.

"Adegannya itu ada pada beberapa titik penempatan pergeseran pada saat si pelaku tersangka memindahkan korban itu saja. Sebenarnya itu saja tambahan," katanya usai pelaksanaan rekonstruksi.

Kapolsek juga mengatakan rekonstruksi ini bertujuan menyempurnakan pemberkasan sebelum kasusnya diserahkan ke kejaksaan atau P21.

Baca juga: Jaksa Tangkap Staf ESDM Kalsel, Dugaan Pemerasan Izin Usaha Pertambangan di Tabalong

3. Tukang Cat Tersetrum

Warga di Jalan Panglima Batur Banjarbaru dibuat geger dengan peristiwa terkaparnya sejumlah pekerja di halaman Masjid Kanzul Khairat, Senin (8/6/2026) siang.

Belakangan, pekerja yang sedang melakukan aktivitas pengecetan eksterior masjid itu tersengat aliran listrik tegangan tinggi.

Salah seorang saksi mata, Mama Farid, mengatakan ada lebih dari satu orang pekerja yang menjadi korban atau tersetrum aliran listrik.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, pekerja tersebut melakukan aktivitas pengecatan masjid dan hendak menggeser scafollding atau perancah untuk pengecetan bagian atas masjid.

“(Para korban) menggeser-geser tangga. Tangganya digeser. Pas pengerjaan, di atas itu kena kabel tiga. Karena tangganya besi, besi itu kan jadinya kena (aliran listrik),” katanya. 

Ia menyebut insiden ini berdampak pada para pekerja tersebut. Salah satu korban mengalami luka bakar parah di bagian punggung belakang, sedangkan korban lain memgalami luka ringan.

“Satu yang paling parah. Yang satu itu bisa jalan tapi sempoyongan. Kasihan banget,” sebutnya.

Usai kejadian, warga sekitar dan saksi tidak berani langsung menolong para korban karena posisi tangga besi masih menempel pada kabel berarus listrik. 

“Sudah terkapar. listriknya belum mati, enggak ada yang berani menolong,” sebutnya.

Kejadian ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono. Petugas kepolisian disebut melakukan pengecekan ke lokasi untuk lebih lanjut peristiwa ini.

“Nanti kita infokan lebih lanjut. Kita cek,” ujarnya tidak lama usai informasi kejadian. (Banjarnasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.