BANGKAPOS.COM, BANGKA — Di tengah berkembangnya industri digital dan munculnya berbagai profesi baru seperti konten kreator, influencer, pengelola media sosial hingga pelaku usaha berbasis teknologi, sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu tumpuan lapangan pekerjaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Peran sektor ini turut menjadi sorotan di tengah pembahasan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian skema perpajakan bagi pelaku usaha setelah berakhirnya masa fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5 persen.
Sejumlah pelaku usaha muda dan kreator digital di Bangka Belitung sebelumnya mengaku mulai mencermati dampak kebijakan tersebut terhadap keberlangsungan usaha yang masih berada pada tahap pengembangan.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan sektor ekonomi kreatif memiliki peran yang cukup besar dalam menyerap tenaga kerja di daerah.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, menjelaskan berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, tercatat sebanyak 102.716 orang bekerja di sektor ekonomi kreatif di Bangka Belitung. Jumlah tersebut setara dengan 13,41 persen dari total penduduk bekerja yang mencapai 766.084 orang.
"Berdasarkan data Sakernas Agustus 2024, terdapat 102.716 tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau sekitar 13,41 persen dari total penduduk bekerja yang mencapai 766.084 orang," kata Sugeng kepada Bangkapos, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif telah menjadi salah satu sumber mata pencaharian penting bagi masyarakat Bangka Belitung.
"Data tersebut menunjukkan sektor ekonomi kreatif memiliki peran yang cukup signifikan dalam menyerap tenaga kerja di Bangka Belitung dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat," ujarnya.
Perkembangan ekonomi kreatif dinilai semakin penting seiring bertambahnya peluang usaha yang lahir dari pemanfaatan teknologi digital.
Selain subsektor kuliner, fesyen, dan kriya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kreatif, kini bermunculan berbagai profesi baru yang mengandalkan media sosial dan platform digital sebagai sumber pendapatan.
Profesi seperti konten kreator, influencer, YouTuber, streamer, pengelola media sosial hingga digital marketer kini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda.
Meski demikian, BPS menyebut data kontribusi khusus UMKM kreatif terhadap perekonomian daerah saat ini belum tersedia pada level provinsi.
Namun secara nasional, sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
"Meskipun data kontribusi UMKM kreatif terhadap perekonomian daerah belum tersedia pada level provinsi, secara nasional ekonomi kreatif terus menunjukkan peningkatan kontribusi terhadap PDB Indonesia," kata Sugeng.
Berdasarkan Laporan Produk Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif 2022–2024 yang disusun Kementerian Ekonomi Kreatif bersama BPS, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2022 kontribusinya tercatat sebesar 7 persen, meningkat menjadi 7,07 persen pada 2023, dan kembali naik menjadi 7,28 persen pada 2024.
"Kontribusi PDB ekonomi kreatif Indonesia terhadap PDB nasional atas dasar harga berlaku meningkat dari 7 persen pada 2022 menjadi 7,28 persen pada 2024. Tren ini menunjukkan sektor ekonomi kreatif terus berkembang dan memiliki potensi ekonomi yang besar," ujarnya.
Menurut Sugeng, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif tidak lagi sekadar menjadi wadah ekspresi dan kreativitas masyarakat, melainkan telah berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Ekonomi kreatif saat ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga menjadi sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.
(Bangkapos.com/Erlangga).