TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan apakah akan ada efisiensi anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, pemerintah masih perlu melakukan penghitungan ulang terkait kebutuhan anggaran program tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, guna membahas berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
Tak hanya itu, Purbaya menyebut pemerintah juga akan meminta masukan dari Presiden Prabowo Subianto serta pihak BGN sebelum menentukan langkah terkait alokasi anggaran program tersebut.
Ia menegaskan bahwa rencana pertemuan dengan Kepala BGN tidak serta-merta berkaitan dengan pembahasan efisiensi anggaran.
"Belum tentu efisiensi, dia (Naniek S Deyang) mau ketemu aja," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR RI, Senin (15/6/2026).
Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M
Purbaya mengungkapkan bahwa rencana koordinasi dengan Kepala BGN sebenarnya sempat dijadwalkan pada pekan lalu.
Namun, pertemuan tersebut urung terlaksana karena adanya agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Menurut dia, pada waktu yang bersamaan dirinya mendapat panggilan untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto.
"Kemarin mau datang (koordinasi), tapi nggak jadi karena dipanggil Presiden,” kata Purbaya.
Meski pertemuan dengan Kepala BGN belum terlaksana, Purbaya memastikan koordinasi tetap akan dilakukan dalam waktu dekat.
Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa agenda pembahasan nantinya belum tentu secara khusus berfokus pada efisiensi anggaran program MBG.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan pemangkasan atau penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis.
Hingga saat ini, pemerintah masih mengkaji kebutuhan anggaran dan menunggu hasil koordinasi lintas lembaga sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut akan ada pengurangan kebutuhan anggaran MBG.
Namun, Prasetyo menegaskan pengurangan tersebut bukan pemangkasan anggaran.
Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam
"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari Program MBG ini,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Prasetyo mengatakan, Kementerian Keuangan dan BGN akan menghitung ulang kebutuhan anggaran MBG.
Perhitungan tersebut dilakukan bersamaan dengan proses penataan program.
“Jadi, dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk Program MBG ini totalnya menjadi berapa," kata Prasetyo.
Pemerintah sebelumnya menyepakati penataan menyeluruh program MBG. Proses penataan itu ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Debrinata Rizky)