TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak masyarakat masih mengira nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) berkembang biak di lingkungan kotor. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Nyamuk Aedes aegypti justru dikenal menyukai tempat-tempat bersih yang sering ditemukan di sekitar rumah.
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, MKM bahkan menyebut nyamuk ini sebagai "nyamuk kota".
"Nyamuk Aedes aegypti ini suka juga disebut orang nyamuk kota, nyamuk high class. Jadi dia memang sukanya di tempat-tempat yang bersih," ujar Prima dalam temu media ASEAN Dengue Day 2026 secara virtual, Senin (15/6/2026).
Menurut Prima, tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti adalah lokasi yang mampu menampung air dalam beberapa hari.
Banyak di antaranya justru merupakan benda yang digunakan setiap hari oleh masyarakat.
Baca juga: Waspada Fase Kritis DBD, Demam Turun Bukan Berarti Anak Sudah Sembuh
Mulai dari toren air, bak mandi, wadah penampung air kulkas, dispenser, ember, hingga vas bunga. Ketika air dibiarkan menggenang, nyamuk dapat bertelur dan menghasilkan jentik dalam waktu singkat.
Selain di dalam rumah, banyak titik lain yang sering luput dari perhatian warga.
Ban bekas yang tergeletak di halaman, tempurung kelapa, pelepah daun hingga batang bambu yang berlubang dapat menjadi tempat ideal bagi jentik nyamuk.
Menurut Prima, prinsipnya sederhana. Setiap tempat yang mampu menampung air berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD.
"Prinsipnya adalah setiap tempat yang bisa menjadi penampungan air dibiarkan beberapa hari, itu pasti kalau kita perhatikan ada mulai jentik-jentik yang berkembang," katanya.
Untuk memutus rantai penularan dengue, pemerintah terus mendorong pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menggalakkan program Satu Rumah Satu Jumantik atau Gerakan Rumah Pantau Jentik.
Program tersebut bertujuan agar setiap keluarga rutin memeriksa tempat-tempat penampungan air di rumah masing-masing.
Pemerintah menargetkan Indonesia mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030. Namun target tersebut dinilai sulit tercapai tanpa keterlibatan masyarakat.
Karena itu pengendalian lingkungan tetap menjadi strategi utama dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti.
Mulai dari menguras bak mandi, menutup wadah air, hingga mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga untuk mencegah DBD.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)