TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan terpilih Ketua Taekwondo Sulawesi Selatan.
Pria kelahiran Gowa 9 Maret 1986 itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi di Hotel Almadera Jl. Somba OPU No.235, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar Minggu (14/6/2026) siang.
Mantan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen (purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki sempat mencalonkan diri.
Ia jadi persaing Adnan.
Keduanya sama-sama hadir di lokasi Musprov. Steering commite memberi kesempatan bagi para bakal calon memaparkan visi misi di depan pengurus dan atlet Taekwondo.
Namun, steering commite menyatakan berkas pendaftaran Andi Muhammad tidak memenuhi syarat karena tidak mengantongi dukungan 30 persen kabupaten/kota.
Setelah SC mengumumkan hasil penetapan, pria berjuluk Panglimata itu pamit meninggalkan lokasi Musprov.
Adnan pun terpilih secara aklamasi.
Selama ini Adnan muda dikenal hobi olahraga basket dan tinju amatir.
Namun kali ini Adnan memutuskan mencari tantangan baru memimpin organisasi Taekwondo Sulsel.
10 pengurus Taekwondo kabupaten/kota ramai-ramai merayu Adnan untuk melanjutkan kekosongan jabatan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Taekwondo Sulsel dipimpin karateker.
"Ini sudah berbulan-bulan kosong, teman-teman meminta kesediaan saya, maka saya menghadap Ketua Umum Letjen TNI Richard Tampubolon," kata Adnan.
Gayung bersambut, Letjen TNI Richard Tampubolon merestui niat Adnan mencalonkan diri.
Siapkan Piala Bergilir
Adnan langsung menyiapkan program besar berupa turnamen dengan piala bergilir untuk menjaring bibit-bibit atlet muda potensial di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya usai terpilih, Adnan menegaskan komitmennya untuk membangun Taekwondo Sulsel secara kolektif dengan melibatkan seluruh pengurus dan cabang olahraga taekwondo di kabupaten dan kota.
"Saya tidak bisa sukses tanpa dukungan bapak ibu. Tidak ada sukses dengan cara individual, jadi kerja sama kita semua sangat dibutuhkan," ujar Adnan.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghilangkan perbedaan yang muncul selama proses pemilihan dan kembali bersatu demi kemajuan organisasi.
"Yang sudah mendukung saya, terima kasih. Setelah musyawarah ini, yang belum mendukung juga saya harap bisa bergabung membangun taekwondo. Mari ego masing-masing kita hilangkan kalau ingin mencapai tujuan yang baik," katanya.
Adnan mengaku memiliki pengalaman di pemerintahan maupun organisasi yang akan menjadi modal dalam memimpin Taekwondo Sulsel. Selain itu, ia juga memiliki jejaring yang luas dengan berbagai kepala daerah di Sulawesi Selatan.
"Saya punya sahabat hampir semua kepala daerah. Kalau bapak dan ibu ada kendala dengan pemerintah daerah, sampaikan ke saya, nanti saya bantu komunikasikan," ujarnya.
Menurut Adnan, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan olahraga prestasi, termasuk taekwondo. Karena itu, ia ingin membangun sinergi yang lebih kuat antara pengurus taekwondo dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Dalam waktu dekat, Adnan berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan seluruh ketua pengurus kabupaten dan kota untuk menyusun agenda kerja organisasi. Salah satu program prioritas yang akan diwujudkannya adalah penyelenggaraan turnamen besar tingkat Sulawesi Selatan yang memperebutkan piala bergilir.
Ia bahkan menginginkan pelantikan pengurus baru nantinya tidak hanya menjadi seremoni semata, melainkan dirangkaikan dengan kegiatan yang berdampak langsung terhadap pembinaan atlet.
"Saya tidak ingin kedatangan ketua umum hanya untuk melantik. Kita akan buat turnamen besar. Saya akan minta piala bergilir untuk Sulawesi Selatan," tegasnya.
Menurut Adnan, kejuaraan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet usia muda sekaligus meningkatkan kompetisi antardaerah. Dengan semakin banyaknya ajang pertandingan, peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional akan semakin besar.
"Piala bergilir itu nanti diperebutkan bibit-bibit muda Sulsel supaya taekwondo kita semakin hidup. Kita berharap semakin banyak perwakilan Sulawesi Selatan yang tampil di tingkat nasional," pungkasnya.