Megawati Terang-terangan Dukung BEM UI Demo Turunkan BBM hingga Setop MBG: Kalian Jangan Takut!
jonisetiawan June 15, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026), mendadak diwarnai pernyataan tegas dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Presiden ke-5 RI itu secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap mahasiswa yang beberapa waktu lalu berupaya menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Di hadapan para hadirin, Megawati menyoroti peristiwa yang terjadi saat mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Menurutnya, dalam sistem demokrasi, mahasiswa memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk menyampaikan pendapat dan kritik kepada pemerintah.

Megawati mengaku memperhatikan jalannya aksi mahasiswa tersebut dan mempertanyakan mengapa demonstrasi yang dilakukan oleh kalangan akademisi justru mendapat pengawalan yang menurutnya berlebihan.

"Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir, ini sopo toh yo?" ujar Megawati.

Baca juga: Bakom RI Minta Mahasiswa Berhenti Demo & Dukung Langkah Nyata Prabowo: Bersatu Lawan Kebocoran APBN

Mahasiswa Tidak Perlu Takut Menyampaikan Aspirasi

Dalam pidatonya, Megawati kemudian menyinggung keberadaan aparat keamanan dari unsur kepolisian maupun TNI yang mengawal jalannya aksi mahasiswa tersebut.

Ia menilai mahasiswa seharusnya tidak perlu merasa takut untuk menyuarakan pendapatnya karena mereka adalah bagian dari rakyat Indonesia yang dijamin hak-haknya oleh konstitusi.

Menurut Megawati, keberanian untuk menyampaikan sikap dan pandangan merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat.

Karena itu, ia mempertanyakan mengapa mahasiswa sampai terhambat ketika hendak menyampaikan aspirasi di ruang publik.

"Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini... Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk!

Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak," ujar dia.

Pernyataan tersebut disambut perhatian peserta acara, mengingat Megawati secara terang-terangan membela hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di tengah situasi politik yang belakangan diwarnai berbagai kritik terhadap pemerintah.

MAHASISWA UI DEMO - Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yang hendak demo.
MAHASISWA UI DEMO - Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yang hendak demo. (KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY)

Tantang Polisi Tangkap Dirinya Jika Dianggap Salah

Tak berhenti di situ, Megawati juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah gentar menyampaikan pandangan politik maupun kritik di hadapan publik.

Ia bahkan melontarkan pernyataan yang menantang aparat penegak hukum apabila ucapannya dianggap bermasalah.

Dengan nada tegas, putri Proklamator RI Soekarno itu menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang harus dijaga dalam negara demokrasi.

"Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!" ucap Megawati.

Baca juga: 1.500 Massa BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI Besok, Minta Harga BBM Diturunkan hingga MBG Dihentikan

Aksi Mahasiswa Tertahan Sebelum Mencapai Bundaran HI

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama mahasiswa dari sejumlah kampus lain, termasuk Universitas Pancasila dan Institut Pertanian Bogor (IPB), direncanakan berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Namun, massa mahasiswa tidak berhasil mencapai titik aksi yang telah direncanakan. Mereka tertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Plaza UOB, akibat pengamanan aparat yang berjaga di lokasi.

Meski demikian, mahasiswa tetap menyampaikan berbagai tuntutan yang telah dirumuskan melalui konsolidasi bersama antarorganisasi mahasiswa dari berbagai fakultas dan kampus.

Lima Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah.

Kelima tuntutan tersebut meliputi:

  1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  4. Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
  5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.

Aksi tersebut menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan kembali memunculkan perdebatan mengenai ruang kebebasan berekspresi, hak menyampaikan pendapat di muka umum, serta respons aparat terhadap gerakan mahasiswa di era pemerintahan saat ini.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.