TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengeluarkan pernyataan yang cukup mengkhawatirkan terkait kondisi kebugaran salah satu pemain kunci The Three Lions menjelang Piala Dunia 2026.
Inggris dijadwalkan menjalani laga pemanasan terakhir melawan Kosta Rika di Stadion Inter&Co, Orlando, Florida, pada Kamis (11/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Dibandingkan laga sebelumnya yang berakhir dengan kemenangan 1-0 atas Selandia Baru, Tuchel kini mendapat tambahan kekuatan dengan bergabungnya beberapa pemain utama seperti Eberechi Eze, Declan Rice, Noni Madueke, dan Bukayo Saka.
Keempat pemain tersebut baru bergabung belakangan karena baru saja tampil di final Liga Champions bersama klub masing-masing.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada pemain muda Liverpool, Rio Ngumoha, yang tampil impresif di sesi pemanasan.
Ngumoha bahkan dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM) pada laga uji coba pertama, sebelum kemudian meninggalkan pemusatan latihan Inggris.
Pemain Liverpool itu menjadi salah satu dari empat pemain muda yang ikut membantu persiapan skuad bersama Alex Scott, Ethan Nwaneri, dan Josh King.
Namun, sorotan utama konferensi pers Tuchel justru tertuju pada kondisi sejumlah pemain senior, termasuk bek Manchester City, John Stones.
Menukik Sportbible, Pelatih asal Jerman itu menyebut Stones berpeluang besar tampil sebagai starter pada laga pembuka Inggris melawan Kroasia pada 18 Juni, meski memiliki riwayat masalah kebugaran dalam beberapa tahun terakhir.
Tuchel juga memberikan pujian kepada rekan setim Stones di Manchester City, Nico O’Reilly, yang ia nilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain top di masa depan.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Declan Rice merupakan salah satu gelandang terbaik di Eropa saat ini.
Baca juga: Setelah Pemain, Giliran Suporter Iran Dapat Perlakuan Diskriminatif di Piala Dunia 2026
Di tengah optimisme tersebut, Tuchel turut mengungkapkan kekhawatiran serius terkait kondisi Bukayo Saka.
Tuchel menyebut tim medis harus ekstra berhati-hati dalam menangani sang pemain karena riwayat cedera yang dialaminya sejak Maret.
Tanpa merinci tingkat keparahan cedera, Tuchel mengakui bahwa situasi Saka menjadi perhatian khusus jelang turnamen besar.
Pemain berusia 24 tahun itu memang tercatat mengalami berbagai masalah kebugaran sepanjang musim 2025/2026, termasuk cedera hamstring, pinggul, hingga tendon Achilles.
Gangguan tendon achilles menjadi cedera terlama Bukayo Saka yang membuatnya menepi 29 hari, dikutip dari Transfermarkt.
Bahkan cedera tendon achilles tersebut baru pulih pada 20 April. Hal yang membuat Tuchel semakin khawatir.
Pernyataan tersebut sontak memunculkan kekhawatiran di kalangan pendukung Inggris, mengingat Saka merupakan salah satu pemain paling penting dalam skema permainan The Three Lions.
Selain membahas kondisi pemain, Tuchel juga menanggapi pertanyaan mengenai alasan Inggris belum mampu meraih gelar Piala Dunia sejak 1966.
Tuchel menilai tidak ada satu penyebab tunggal, melainkan kombinasi berbagai faktor yang membuat Inggris kerap gagal di fase krusial.
Menurutnya, tim yang mampu mencapai perempat final sebenarnya sudah berada dalam posisi yang memungkinkan untuk menjadi juara.
Namun, ia menekankan pentingnya fokus bertahap, mulai dari persiapan tim, fase grup, hingga tahap gugur.
Tuchel juga menegaskan bahwa keberhasilan di turnamen besar membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta sedikit faktor keberuntungan.
Timnas Inggris tentu mendapat banyak dukungan saat tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
Salah satunya datang dari Indonesia Timur, tepatnya dari Nabire, Papua Tengah. Seorang pecinta sepak bola bernama John Roy Purba turut menaruh harapan besar kepada tim berjuluk The Three Lions itu.
“Inggris punya mental juara, materi pemain hebat, dan dukungan suporter yang luar biasa di seluruh dunia,” kata Roy, dikutip dari TribunPapuaTengah.
Di sisi lain, ia menyebut Portugal sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026, berkat kualitas skuad yang dimiliki serta keberadaan sejumlah pemain top di dalam tim.
Inggris sendiri tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama, yang akan menjadi tantangan awal mereka dalam upaya mengejar gelar juara dunia pertama sejak 1966.
(Tribunnews.com/Ali)