Bandara Tel Aviv Kacau Dihantam Rudal Iran, Amerika Serikat Tarik Diri, Tak Lagi Mau Lindungi Israel
Galuh Palupi June 10, 2026 09:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Serangan rudal Iran yang diluncurkan pada Senin (8/6/2026) membuat situasi di Tel Aviv, Israel kacau balau.

Situasi kacau juga terlihat di Bandara Internasional utama di Israel di Tel Aviv.

Sejumlah penumpang terlihat mengular di konter check in bandara.

Banyak maskapai penerbangan dilaporkan membatalkan jadwal karena adanya serangan rudal Iran.

Sementara para penumpang dalam penerbangan dari Amerika Serikat panik dan kebingungan.

PERAN IRAN - Thumbail YouTube Tribun Jatim menampilkan situasi bandara di Tel Aviv kacau setelah serangan rudal Iran (YouTube/Tribun Jatim)

Sebab saat mereka berada di dalam pesawat, Iran meluncurkan rudal ke arah Israel.

Baca juga: Kota Terbesar di Israel Hancur Diserang Iran, Wilayah Utara Kebakaran, Warga Panik saat Rudal Datang

Salah seorang penumpang mengatakan bahwa lebih dari setengah penumpang dievakuasi dari penerbangan saat sirine peringatan rudal berbunyi.

Menurutnya sirine peringatan rudal itu berbunyi saat pesawat mulai memanaskan mesin hendak lepas landas. 

Amerika Serikat Tarik Diri, Tak Lagi Lindungi Israel

Sementara itu, Amerika Serikat justru menunjukkan perubahan sikap signifikan terhadap Israel.

Di awal eskalasi, AS sempat membantu Israel dengan menempatkan sistem pertahanan udara untuk melindungi wilayah Israel.

Namun seiring eskalasi berjalan, Washington tak lagi menaruh perlindungan terhadap Israel.

Perubahan ini disebut sebagai pergeseran strategi keterlibatan militer AS di kawasan, di tengah meningkatnya serangan rudal antara Iran dan Israel yang kembali memanas sejak akhir Februari.

Presiden Donald Trump juga sempat memberi peringatan keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pernyataannya yang dilansir Al Arabiya pada Selasa (9/6/2026), Trump secara langsung menyebut nama panggilan Netanyahu, “Bibi”, dan meminta agar Israel lebih berhati-hati dalam mengambil langkah militer.

“Saya mengatakan, ‘Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera’,” ujar Trump.

AS DAN RUSIA - Trump undang Putin untuk datang ke KTT G20 di Amerika Serikat pada Desember mendatang
AS DAN RUSIA - Trump undang Putin untuk datang ke KTT G20 di Amerika Serikat pada Desember mendatang (Tribunnews.com/Akun X China live x/RT_com)

Laporan media Amerika Serikat, Axios, yang mengutip sumber pejabat AS, juga mengungkap hal serupa.

Baca juga: Elit Iran Rencanakan Rudal Antarbenua yang Bisa Capai Daratan AS, Makin Berani Adu Senjata Canggih

Trump disebut memperingatkan bahwa Israel berpotensi menghadapi situasi sendirian apabila kembali memperluas konflik dengan Iran tanpa dukungan penuh dari Washington.

Trump juga dikabarkan semakin tidak puas dengan langkah Netanyahu dalam menghadapi konflik di kawasan.

Melalui platform Truth Social, ia menyerukan agar Israel dan Iran segera menghentikan aksi saling serang, sembari menekankan pentingnya melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan damai.

Namun di sisi lain, laporan menyebut Israel masih terus melancarkan operasi militer ke sejumlah wilayah, termasuk Lebanon dan Iran. 

Situasi ini diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan sikap Amerika Serikat dalam keterlibatan militernya di kawasan.

Apakah AS-Israel Bisa Pisah?

Buntut perselisihan ini hubungan Amerika Serikat dan Israel mengalami ketegangan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, terutama terkait eskalasi dengan Iran.

Meski demikian, pihak Israel membantah adanya keretakan serius dalam hubungan kedua pemimpin tersebut. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa hubungan Trump dan Netanyahu tetap solid dan tidak mengalami perpecahan signifikan.

Leiter menyebut dinamika perbedaan pendapat antara kedua pemimpin itu sebagai hal yang wajar dalam hubungan diplomatik yang sudah terjalin lama antara Amerika Serikat dan Israel.

Ia bahkan menggambarkan ketegangan tersebut hanya sebagai “pertengkaran kecil antara sepasang kekasih”, untuk menegaskan bahwa hubungan kedua negara tetap kuat dan tidak terganggu secara fundamental.

Baca juga: Langit Kuwait Jadi Medan Tempur Rudal Iran dan AS, Teheran Agresif Balas dan Kejar Pasukan Musuh

Menurutnya, kerjasama strategis antara Washington dan Tel Aviv telah berlangsung selama puluhan tahun, sehingga perbedaan pandangan dalam komunikasi politik dianggap sebagai bagian normal dari hubungan bilateral.

Hingga kini, baik Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan penjelasan tambahan terkait isi percakapan telepon yang memicu perhatian publik tersebut, sementara situasi di Timur Tengah masih terus berkembang. (Tribun Style/Tribun Video/Tribunnews/Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.