Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Rabu 10 Juni 2026: Teramati Ada 5 Kali Guguran Lava
Muhammad Fatoni June 10, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 5 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Rabu (10/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-16 mm dan lama gempa 17.48-230.66 detik.

Selain itu, tercatat pula 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-44 mm, S-P 0.2-0.5 detik dan lama gempa 18.75-57.22 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 46.21 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 20 meter dari puncak.

Untuk cuaca teramati cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 16.1-18.7°C. Kelembaban 67.4-82.6 persen. Tekanan udara 874.4-918.6 mmHg.

Baca juga: Pertamina Naikan Harga Pertamax jadi Rp 16.250 Per Liter

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.