17 Kendaraan Kedapatan Melanggar Saat Isi BBM di SPBU Bitung, dari Mati Pajak hingga Knalpot Brong
Indry Panigoro June 10, 2026 10:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - 17 kendaraan kedapatan melakukan pelanggaran, saat sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Giper dan SPBU BCL, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Temuan ini diperoleh puluhan personal Satlantas Polres Bitung saat melakukan penertiban dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Kota Bitung.

Kasatlantas Polres Bitung AKP Dwi Dea Anggraini mengatakan, penertiban dan pengawasan itu untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

Serta langkah preventif dan pengawasan rutin guna menciptakan ketertiban di area SPBU sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.

"Jadi pada kegiatan Selasa kemarin, kami mendapati 5 mobil dan 12 motor tanpa TNKB, mati pajak, tidak pakai helm dan knalpot brong," jelas AKP Dwi Dea Anggraini di Mapolres Bitung Jalan RW Monginsidi, Rabu 10 Juni 2026 pagi.

Saat memberikan keterangan, Kasatlantas Polres Bitung didampingi sejumlah personil dan cuaca cerah.

Lanjutnya, temuan itu langsung di tindaklanjuti dengan memberikan tilang dan teguran sebagai bentuk penegakkan hukum.

Sekaligus edukasi ke masyarakat agar terus dan tetap tertib dalam berlalulintas.

"Kami juga menyampaikan supaya tidak menyalahgunakan BBM subsidi," pesannya.

Pihaknya juga turut menyampaikan agar patuhi aturan berlalulintas untuk keselamatan bersama.

Ia mengimbau masyarakat agar melengkapi surat kendaraan, pakai perlengkapan keselamatan saat berkendara tidak pakai knalpot non standart.

Resmi Naik, Berikut Daftar Harga BBM Pertamina di Sulut Rabu 10 Juni 2026, Pertamax Tembus Rp 16.650

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Rabu 10 Juni 2026.

Di Sulawesi Utara, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.650 per liter. 

Harga tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp 12.300 per liter.

Selain Pertamax, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk BBM nonsubsidi lainnya.

Namun, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Pertamina, kenaikan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Meski terjadi penyesuaian harga pada beberapa produk, Pertamina memastikan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," kata Roberth.

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di Sulawesi Utara mulai 10 Juni 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Biosolar subsidi: Rp 6.800 per liter
  • Pertamax: Rp 16.650 per liter (dari Rp 12.600)
  • Pertamax Turbo: Rp 21.200 per liter
  • Dexlite: Rp 23.500 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 25.350 per liter

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.650 per liter mendapat beragam tanggapan dari warga Sulawesi Utara.

Sejumlah pengguna kendaraan pribadi mengaku harus menyesuaikan kembali pengeluaran bulanan untuk kebutuhan bahan bakar.

"Sebenarnya cukup berat karena selisihnya lumayan besar. Kalau biasanya isi penuh sekitar Rp 300 ribuan, sekarang pasti lebih mahal. Mau tidak mau harus mengatur lagi pengeluaran," ujar Randi (34), warga Manado.

Hal senada disampaikan Melisa (29), warga Minahasa Utara. Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi dikhawatirkan berdampak pada biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok apabila berlangsung dalam jangka waktu lama.

"Semoga tidak berimbas ke harga-harga lain. Yang penting BBM subsidi seperti Pertalite tetap tersedia dan tidak ikut naik," katanya.

Sementara itu, beberapa warga menilai penyesuaian harga merupakan konsekuensi dari kondisi ekonomi global. Namun, mereka berharap pemerintah tetap menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan BBM di Sulawesi Utara tetap aman.

Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru terkait harga BBM melalui aplikasi MyPertamina maupun kanal resmi Pertamina dan Pertamina Patra Niaga. (Crz/Ind).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.