TRIBUNPALU.COM - Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) resmi merapat ke Pemkab Tolitoli, Selasa (9/6/2026), untuk mematangkan rencana pembangunan Stasiun Bakamla di Pulau Salando, Desa Kapas, Kecamatan Dakopemean.
Pertemuan yang digelar di Ruang Kerja Wakil Bupati itu jadi langkah awal memperkuat pengawasan perairan Sulawesi Tengah, khususnya garis pantai Tolitoli yang panjang dan strategis untuk pelayaran serta perikanan.
Kabag Umum Kamla Zona Maritim Tengah Bakamla RI, Eko Agus Kurniawan, menyebut stasiun ini akan dilengkapi kantor operasional dan sarana patroli.
“Fokusnya jelas: tingkatkan keselamatan, amankan pesisir, dan sikat aktivitas ilegal seperti illegal fishing. Proses izin jalan, pembangunan segera dimulai,” tegasnya.
Ia juga berterima kasih atas dukungan penuh Pemkab Tolitoli.
Wakil Bupati Moh Besar Bantilan menyambut baik kehadiran Bakamla.
Baca juga: Bawa Aspirasi Masyarakat, DPRD Tolitoli Dukung Pembentukan Kantor Imigrasi Tolitoli
Menurutnya, stasiun ini akan jadi tandem TNI-Polri menjaga laut dari penyelundupan narkoba hingga kejahatan maritim lain.
“Ini bukan cuma soal keamanan, tapi juga peluang karier bagi anak muda Tolitoli. Kami siap dukung penuh operasionalnya,” ujar Wabup.
Pembangunan Stasiun Bakamla di Pulau Salando diharapkan jadi tameng baru untuk melindungi sumber daya kelautan, mengamankan jalur pelayaran, dan mendorong ekonomi masyarakat pesisir.
Langkah ini sekaligus mempertegas kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Pertemuan turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Mukti, Asisten Ekonomi Pembangunan Rustan Rewa, Staf Ahli Bupati Sukirnov Larate, Kepala BKD Budi Y Katiandago, Kabag Pemerintahan Fandi dg Silasa, serta jajaran Bakamla RI. (*)