14 Dapur MBG Setop Operasi di Aceh Tengah
mufti June 10, 2026 10:38 AM

“Dalam sistem kami ada auto top up setiap minggu. Begitu dana masuk, dapur langsung kembali beroperasi.” NAUVAL POHAN, Koordinator SPPG Wilayah Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Sebanyak 14 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Tengah, sejak Sabtu (6/6/2026), menghentikan sementara operasionalnya karena dana untuk menjalankan aktivitas dapur sudah habis. Sementara dana pengganti yang biasanya dikirim secara berkala belum masuk ke rekening pengelola.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Aceh Tengah, Nauval Pohan, mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah dapur tidak dapat lagi menyediakan layanan MBG. “Saldo dana belum dikirim, sehingga dana utama yang digunakan untuk operasional dapur sudah habis. Hari ini total ada 14 dapur yang berhenti beroperasi, namun besok satu dapur akan kembali beroperasi sehingga jumlahnya menjadi 13 dapur,” katanya, Selasa (9/6/2026).

Dikatakan, dari total 25 dapur MBG yang beroperasi di Aceh Tengah, 14 dapur terdampak penghentian sementara. Sementara dapur lain masih dapat menjalankan layanan karena memiliki sisa anggaran untuk menutupi kebutuhan operasional harian.

Dijelaskan, SPPG hanya dapat kembali beroperasi setelah anggaran dari BGN masuk ke dalam virtual account (VA) masing-masing SPPG. Pengelola juga tidak diperbolehkan menjalankan operasional tanpa dana yang telah tersedia dalam sistem.

Selain itu, penggunaan dana talangan dari mitra juga tidak diperkenankan karena berpotensi menimbulkan persoalan administrasi dan pembayaran kepada pemasok barang di kemudian hari.

Meski demikian, Nauval memastikan penghentian operasional ini hanya bersifat sementara. Menurutnya, sistem pendanaan SPPG menerapkan mekanisme auto top up setiap pekan sehingga dapur dapat kembali beroperasi begitu dana masuk ke rekening.

“Secepatnya akan beroperasi kembali. Dalam sistem kami ada auto top up setiap minggu. Begitu dana masuk, dapur langsung kembali beroperasi,” katanya.

Sementara itu, salah satu dapur MBG di Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, juga menghentikan operasionalnya sejak Selasa (9/6/2026) akibat tidak tersedianya dana operasional.

Kepala SPPG Blang Kolak II Takengon, Ahmad Ihya Shalihin, mengatakan, pihaknya belum mengetahui kapan dana operasional akan ditransfer. Namun, dapur akan kembali beroperasi segera setelah dana tersebut masuk.

SPPG Blang Kolak II melayani 10 sekolah dengan total 2.227 penerima manfaat. Selain itu, program MBG juga menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Blang Kolak I dan Desa Blang Kolak II.

Dalam menjalankan operasionalnya, dapur tersebut didukung oleh 42 karyawan serta tiga anggota Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Ahmad berharap anggaran operasional segera dicairkan agar pelayanan kepada para penerima manfaat dapat kembali berjalan normal. “Kami berharap dana operasional segera masuk agar dapur bisa kembali beroperasi. Kami juga memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat karena layanan untuk sementara waktu terhenti. Kami akan kembali beroperasi setelah dana dari pusat masuk,” ujarnya.

Di sisi lain, distribusi MBG  di sejumlah sekolah seperti di MAN 2 Takengon masih berjalan normal. Penanggung Jawab MBG MAN 2 Takengon, sekaligus wakil kepala Sekolah, Farida, mengatakan sebanyak 265 porsi makanan bergizi tetap diterima sekolah pada hari ini seperti biasa.

Menurut Farida, MAN 2 Takengon memiliki total 319 penerima manfaat yang terdiri atas 265 siswa dan 54 tenaga pendidik serta tenaga kependidikan. Sekolah tersebut disuplai oleh dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bebesen Blang Kolak II yang diselenggarakan oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

“Tidak ada kendala maupun keluhan dari para murid. Namun terkadang ada permintaan beberapa menu tertentu dari siswa dan hal itu sudah kami sampaikan,” kata Farida.(am)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.