PGE Gandeng Akademisi Independen Unila Lakukan Kajian Ilmiah Aktivitas Gempa di Ulubelu
taryono June 10, 2026 10:40 AM

Tribunlampung.co.id, Ulubelu - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Ulubelu menggandeng akademisi independen dari Universitas Lampung (UNILA) untuk melakukan kajian ilmiah terkait aktivitas gempa mikro yang belakangan semakin sering dirasakan oleh masyarakat di wilayah Ulubelu dan sekitarnya. 

Langkah ini merupakan bentuk komitmen PGE dalam mendukung upaya mitigasi risiko kebencanaan melalui pendekatan berbasis sains serta memperkuat pemahaman terhadap karakteristik geologi di wilayah Kabupaten Tanggamus yang dikenal memiliki kondisi tektonik dan vulkanik yang kompleks. 

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim akademisi Universitas Lampung ke wilayah operasional PGE Area Ulubelu pada bulan May 2026 lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, para peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal internasional mengenai kondisi geologi regional dan aktivitas seismik di kawasan Ulubelu. 

Sebagai bagian dari kajian yang akan dilakukan, tim akademisi UNILA akan memetakan, menganalisis, dan memantau aktivitas seismik di wilayah Ulubelu menggunakan metode ilmiah dan peralatan khusus yang mampu mendeteksi pergerakan struktur bawah permukaan bumi secara lebih detail. 

Kajian ini diharapkan dapat menghasilkan data yang komprehensif mengenai karakteristik serta sumber aktivitas kegempaan yang terjadi di wilayah tersebut. 

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Ahmad Zaenudin, MT menjelaskan bahwa fenomena kegempaan di Ulubelu perlu diteliti secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek geologi regional yang mempengaruhi dinamika bawah permukaan. 

"Untuk memahami secara komprehensif fenomena gempa yang terjadi di wilayah Ulubelu diperlukan penelitian mendalam dengan menggunakan metode ilmiah yang mampu mendeteksi aktivitas pergerakan struktur bawah permukaan bumi. Kajian ini penting untuk memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai sumber serta karakteristik aktivitas gempa yang terjadi," ujar Prof. Ahmad. 

Ia menambahkan bahwa penelitian tersebut juga perlu mempertimbangkan sejarah geologi kawasan, termasuk pengaruh jangka panjang dari Gempa Liwa tahun 1994 yang hingga kini masih menjadi salah satu referensi penting dalam studi kegempaan di wilayah Lampung bagian barat. 

Sementara itu, General Manager PT PGE Tbk Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, menegaskan bahwa perusahaan mendukung penuh pelaksanaan penelitian independen tersebut sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. 

"PGE berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan kajian ilmiah yang objektif, independen, dan transparan. Melalui penelitian ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas, terukur, dan berbasis data mengenai aktivitas kegempaan yang terjadi sehingga dapat mendukung upaya mitigasi risiko bencana di masa mendatang," kata Edy. 

Menurutnya kajian ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus meningkatkan aspek keselamatan operasional serta memastikan setiap langkah pengelolaan sumber daya panas bumi dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan pemahaman ilmiah yang kuat. 

PGE Area Ulubelu meyakini bahwa kolaborasi antara dunia industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap fenomena alam sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana geologi. 

Hasil penelitian yang dilakukan nantinya diharapkan dapat memberikan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat bagi seluruh pihak dalam mendukung keselamatan dan keamanan masyarakat di wilayah Ulubelu dan sekitarnya. 

Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk 

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. 

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. 

Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.  

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060.

PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2025 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Peringkat & Keterlibatan ESG.  (rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.