PROHABA.CO, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.
Hal itu ditandai dengan pengukuhan lima profesor baru di lingkungan kampus Jantong Ate (Jantung Hati -red) rakyat Aceh tersebut.
Pengukuhan lima guru besar itu berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik USK di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood MA, Darussalam, Banda Aceh, pada Selasa (9/6/2026) pagi.
Lima guru besar yang dikukuhkan terdiri atas empat akademisi dari Fakultas Hukum dan satu akademisi dari Fakultas Keperawatan USK.
Kelima guru besar yang dikukuhkan itu adalah Prof Dr Sulaiman SH MH, Prof Dr Zahratul Idami SH MHum, Prof Dr Sri Walny Rahayu SH MHum, Prof Dr Teuku Muttaqin Mansur MH, serta Prof Dr Ners Ardia Putra SKep MNS.
Dengan penambahan tersebut, jumlah profesor di lingkungan USK kini mencapai 246 orang yang terdiri atas 179 profesor bidang sains dan 67 profesor bidang sosial humaniora.
Rektor USK, Prof Mirza Tabrani DBA, menyampaikan apresiasi atas tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut.
Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa.
“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,“ ujarnya.
Ia tambahkan, USK adalah milik masyarakat Aceh dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah.
Baca juga: Lima Profesor Baru USK dari Teknik, Dorong Riset Teknologi, Infrastruktur dan Kecerdasan Buatan
Baca juga: Lagi, Lima Profesor Baru USK Dikukuhkan, Ini Harapan Rektor Mirza Tabrani
Kehadiran lima profesor baru ini denan masing-masing kepakarannya, membawa kontribusi keilmuan yang penting bagi USK, Aceh, dan bangsa.
Prof Dr Sulaiman SH MH fokus pada kajian hukum tanah adat, sedangkan Prof Dr Zahratul Idami SH MHum menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
Di sektor ekonomi dan hukum, Prof Dr Sri Walny Rahayu SH MHum menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.
Di bidang hukum adat, Prof Dr Teuku Muttaqin Mansur MH mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK.
Melengkapi barisan tersebut, Prof Dr Ners Ardia Putra SKep MNS memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.
Rektor kembali menekankan bahwa peran para profesor harus melampaui ruang kelas.
Ia mendorong agar kepakaran mereka segera diimplementasikan untuk kepentingan publik.
“Kami mendorong agar seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK hari ini benar-benar mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat.
Gelar profesor harus menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegas Rektor USK.
Prof Mirza menutup prosesi dengan pesan agar para profesor baru senantiasa menjaga kerendahan hati.
Menurutnya, kemuliaan seorang akademisi sejati bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada seberapa besar kepedulian dan manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.
Prosesi pengukuhan guru besar itu turut dihadiri jajaran pimpinan senat akademik, majelis wali amanat, para wakil rektor, dan dekan, di lingkungan USK, serta sejumlah tamu undangan.
Acara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih para guru besar tersebut.
(Jamaluddin)
Baca juga: Rahel Tri Andriani Mahasiswi Farmasi USK Asal Abdya Raih Penghargaan Internasional di Malaysia
Baca juga: Tiga Mahasiswi Biologi FMIPA USK Raih Juara Nasional Lewat Inovasi Smart Hydrogel
Baca juga: Mahasiswa USK Raih Silver Medal di Edutalk Fair Competition 2026 Berkat Inovasi SOCARE