Luhut menjelaskan, survei tersebut dilakukan secara profesional dan independen dengan melibatkan 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional. Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden,” kata Luhut usai bertemu Prabowo
Survei itu dilakukan secara independen dan dibiayai langsung oleh DEN dengan mengambil sampel secara acak.
Sekretaris DEN Septian Hario Seto menjelaskan, hasil survei DEN menemukan program MBG memberikan dampak positif pada sektor ekonomi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini, itu paling tidak memiliki satu supplier kecil.
Jadi ini adalah UMKM yang memang ada di dekat lokasi dari SPPG tersebut. Kalau dihitung secara rata-rata ada tiga UMKM yang digandeng oleh SPPG ini,” ungkap Seto.
Seto menambahkan, sekitar 65 persen UMKM yang terlibat dalam rantai pasok Program MBG berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG.
(*)