Angkot Ugal-ugalan Buat Dua Bocah Usia 5 dan 3 Tahun Jadi Yatim Piatu
M Syofri Kurniawan June 10, 2026 11:57 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, DELI SERDANG - Insiden tragis terjadi di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (8/6/2026).

Kecelakaan lalu lintas menewaskan pasangan suami istri (pasutri).

Dua anak kecil berusia 5 tahun dan 3,5 tahun harus menanggung nasib pilu setelah ayah dan ibu mereka tewas ditabrak angkot.

Baca juga: Oleng Hantam Jembatan, Truk Fuso Tabrak Anak SD Berangkat Sekolah

20260610_PASUTRI TEWAS
PASUTRI TEWAS - Foto semasa hidup kedua korban pasangan suami istri yang meninggal dunia setelah ditabrak angkot Sandra Prima di Jalan Lintas Tanjung Morawa, Senin (8/6/2026). Keduanya meninggalkan 2 orang anak yang masih kecil. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Kedua bocah itu kini menjadi yatim piatu.

Sang ayah dan ibu yang selama ini menjadi pelindung dan sumber kasih sayang meninggal akibat kelalaian di jalan raya.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika pasutri melintas di Jalinsum, di kawasan Desa Tanjung Morawa B, dekat PT Indoofood, tempat korban Ahmad Irvandi (AI)  bekerja.

Sebuah angkot melaju kencang menabrak mereka.

Nyawa keduanya tak tertolong, meninggalkan dua anak yang masih polos.

Kronologi

Sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (8/6/2026), Ahmad Irvandi membonceng istrinya, Anggun Puspita Sari, dengan sepeda motor Honda Vario BK 3875 MBM.

Tujuannya sederhana, yaitu mengantar sang suami ke tempat kerja di PT Indofood.

Rencananya, setelah itu Anggun akan kembali ke rumah dengan motor yang sama.

Namun, dari arah belakang, angkot Sandra Prima BK 1923 UE yang dikemudikan Sumandar Siregar melaju kencang dan menabrak motor mereka.

Benturan keras membuat Anggun meninggal di tempat, sementara Ahmad Irvandi sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

“Suami istri ini berboncengan dan datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Motornya melaju di lajur dua. Sesampainya di lokasi, bertabrakan dengan mobil Sandra Prima dari arah yang sama,” ujar Iptu A J Tarigan, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deli Serdang.

Dua bocah jadi yatim piatu

Kematian mendadak kedua orang tua ini meninggalkan luka mendalam.

Dua anak mereka, masing-masing berusia 5 tahun dan 3,5 tahun, kini harus menjalani hidup tanpa kasih sayang ayah dan ibu.

Keluarga besar di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, berusaha menanggung beban berat ini.

Masa depan kedua bocah malang itu kini bergantung pada dukungan keluarga dan masyarakat sekitar.

“Keduanya sudah dimakamkan di pemakaman muslim Desa Tanjung Baru sore tadi. Anak-anak mereka masih kecil, butuh perhatian kita semua,” kata seorang kerabat keluarga.

Sopir angkot diamankan polisi

Sementara, sopir angkot, Sumandar Siregar, telah diamankan oleh Unit Laka Polresta Deli Serdang, Polda Sumatra Utara.

Polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan intensif.

“Sudah kita amankan dan dilakukan olah TKP. Dugaan sementara, sopir menabrak dari arah belakang pesepeda motor,” jelas A J Tarigan.

Meski demikian, polisi belum menyebutkan penyebab pasti angkot menabrak korban.

Tragedi ini bukan sekadar kehilangan sebuah keluarga, tetapi juga cermin rapuhnya sistem keselamatan transportasi perkotaan.

Angkot yang ugal-ugalan, minim pengawasan, dan lemahnya regulasi menjadi faktor yang merenggut nyawa orang tua dari dua bocah kecil.

Kasus ini menegaskan perlunya evaluasi serius terhadap pengawasan angkutan umum.

Keselamatan penumpang dan pengguna jalan bukan sekadar angka statistik, melainkan nyawa dan masa depan generasi berikutnya.

Tragedi Anggun dan Ahmad adalah simbol kehilangan yang nyata.

Mereka berangkat dengan niat sederhana, yaitu bekerja demi masa depan anak-anak.

Namun, jalanan yang semrawut dan pengemudi yang lalai merenggut segalanya.

Kini, dua bocah kecil itu menjadi yatim piatu, menunggu uluran tangan kasih dari keluarga, masyarakat, dan negara. (*)

 

Baca juga: Minibus Terbalik Setelah Tabrak Truk di Jalan Tol, 3 Orang Tewas dan 4 Luka Berat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.