Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis 11 Juni 2026, Hujan Ringan Masih Turun di 15 Daerah
muslimah June 10, 2026 11:57 AM

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis 11 Juni 2026, Hujan Ringan Masih Turun di 15 Daerah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng), Kamis 11 Juni Juni 2026 besok.

Dari seluruh wilayah Jateng yang terdiri atas 35 kabupaten kota, besok cuaca cerah berawan mendominasi, terjadi di 20 daerah.

Sisanya sebanyak 15 wilayah diprediksi hujan ringan.

Demikian antara lain info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Agar aktivitas tak terganggu, persiapkan diri kalian sebaik mungkin.

Berikut prediksi cuaca lengkap esok hari:

Hujan Ringan

  1. Banjarnegara
  2. Banyumas
  3. Batang
  4. Boyolali
  5. Brebes
  6. Karanganyar
  7. Klaten
  8. Magelang
  9. Pekalongan
  10. Pemalang
  11. Purbalingga
  12. Semarang
  13. Tegal
  14. Temanggung
  15. Wonosobo

Cerah Berawan

  1. Blora
  2. Cilacap
  3. Demak
  4. Grobogan
  5. Jepara
  6. Kebumen
  7. Kendal
  8. Kota Magelang
  9. Kota Pekalongan
  10. Kota Salatiga
  11. Kota Semarang
  12. Kota Surakarta
  13. Kota Tegal
  14. Kudus
  15. Pati
  16. Purworejo
  17. Rembang
  18. Sragen
  19. Sukoharjo
  20. Wonogiri

Suhu udara rata-rata antara 14 derajat celcius hingga 32 derajat celcius.

Kecepatan angin rata-rata antara 4 km per jam hingga 8 km per jam.

Puncak Kemarau di Jateng

BMKG memprediksi puncak kekeringan di Jateng terjadi Agustus-September 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah menyediakan sebesar 123 juta liter air bersih di 18 Kabupaten/kota yang berpotensi terancam bencana kekerinan. Namun, distribusi air bersih itu terancam terkendala kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, air bersih sebanyak 123 juta liter sudah siap didistribusikan. Pihaknya saat ini telah melakukan pemetaan termasuk alat distribusi.

"Kami masih melakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi," terangnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026, di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang,  dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, informasi dari BMKG pengaruh El Nino pada tahun 2026 akan berdampak kemarau lebih lama di Jateng.

Ancaman kemarau tahun ini juga diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem tahun 2019 dan tahun 2023.

Untuk itu, pihaknya telah memetakan ketersediaan air di Jateng yang diperkirakan mencapai angka 123 juta liter air.

"Kemarau mulai terjadi di Jateng pada Juni mendatang," ungkapnya.

Klaten Paling Banyak Stok Air

Bergas merinci,  ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak di Klaten yang mencapai angka 57,6 juta liter, Boyolali 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, Wonogiri 3,7 juta liter,  Banjarnegara 3,6 juta liter, Grobogan 3,1 juta liter.

Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah di Batang 331 ribu liter, Kota Salatiga  250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter.

Adapula beberapa daerah yang tidak melaporkan ketersediaan airnya karena merasa tidak pernah terdampak.

"Ya semisal Kota Solo dan Kota Magelang," ungkapnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan kekeringan akan dilakukan penanganan secara bersama-sama di antaranya dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kami akan koordinasikan lagi termasuk dengan beberapa pelibatan BUMD juga akan kami kondisikan agar dampak kemarau bisa dikurangi termasuk dampak ke swasembada pangan," terangnya.  (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.