BANGKAPOS.COM, BANGKA — Papan harga digital di sejumlah SPBU Kota Pangkalpinang kembali berubah pada Rabu (10/6/2026).
Terdapat angka baru yang terpampang pada kolom Pertamax menunjukkan harga Rp16.650 per liter, naik Rp4.050 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp12.600 per liter.
Kenaikan harga BBM non subsidi tersebut langsung menarik perhatian konsumen.
Di SPBU 23.331.11 Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam, seorang pengendara sepeda motor Suzuki Shogun R tampak membatalkan niatnya mengisi Pertamax setelah mengetahui harga terbaru.
Pria tersebut sempat membuka jok motornya dan bersiap melakukan pengisian BBM. Namun, setelah melihat harga yang tertera pada nosel, ia memilih bertanya kepada petugas.
"Naik ya Pertamax?" tanyanya.
Setelah mendapat penjelasan bahwa harga Pertamax mengalami kenaikan sekitar Rp4.050 per liter, pengendara itu mengurungkan niatnya mengisi Pertamax.
Ia kemudian menutup kembali jok motornya dan mengarahkan kendaraan ke jalur antrean BBM subsidi jenis Pertalite yang terlihat lebih ramai.
Pengawas SPBU 23.331.11 Pangkalbalam, Ades, mengatakan kenaikan harga BBM non subsidi sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap pola pembelian masyarakat karena kebijakan tersebut baru diberlakukan.
"Belum terlihat pengaruhnya karena masih baru. Dari SPBU buka pukul 06.00 WIB sampai sekitar pukul 09.00 WIB, aktivitas pengisian masih normal," kata Ades.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan pada dispenser Pertalite terlihat lebih ramai dibandingkan Pertamax. Dalam kurun waktu sekitar setengah jam, hanya tiga sepeda motor yang tercatat mengisi Pertamax.
Saat ini harga BBM yang berlaku di SPBU tersebut yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.
Ades menjelaskan konsumsi Pertamax di SPBU Pangkalbalam mencapai sekitar empat hingga lima ton per hari. Mayoritas konsumennya merupakan pengguna kendaraan roda empat.
"Kalau di sini mayoritas yang mengisi Pertamax adalah mobil. Dalam sehari penyaluran Pertamax bisa mencapai empat sampai lima ton," ujarnya.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU 24.331.69 Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang. Angka Rp16.650 per liter yang terpampang pada papan harga digital menjadi perhatian para pengendara yang datang mengisi BBM sejak pagi.
Di SPBU tersebut, antrean kendaraan pada jalur Pertalite terlihat mengular hingga mendekati pintu masuk area SPBU. Kenaikan harga Pertamax menjadi perbincangan di kalangan konsumen.
Pengawas SPBU Selindung Baru, Taufan mengatakan pihaknya menerima informasi penyesuaian harga BBM non subsidi sekitar pukul 12.00 WIB.
"Informasi kenaikan harga kami terima sekitar pukul 12.00 WIB. Karena baru beberapa jam berlaku, kami belum bisa memastikan apakah ada perubahan perilaku konsumen atau peralihan dari Pertamax ke Pertalite," kata Taufan.
Menurut dia, konsumsi Pertamax di SPBU Selindung Baru mencapai sekitar empat ton per hari. Pengguna sepeda motor masih mendominasi pembelian Pertamax.
"Dalam sehari ada sekitar 400 motor yang mengisi Pertamax. Untuk kendaraan roda empat sekitar 200 hingga 300 mobil per hari. Kenaikan harga Pertamax ini menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang masa dan berpotensi mengubah preferensi konsumen, terutama bagi pengguna kendaraan yang selama ini memilih BBM non-subsidi untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.
(Bangkapos.com/Erlangga)