Jatim Siap Sinergikan Koperasi Merah Putih Jadi Pemasok Utama Kebutuhan MBG
Cak Sur June 10, 2026 01:50 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah pusat mulai mematangkan implementasi dua Program Strategis Nasional, yakni Koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Provinsi Jawa Timur (Jatim) dinilai menjadi wilayah paling siap dalam menyukseskan agenda besar tersebut, demi mendongkrak perekonomian lokal.

Kesiapan Jawa Timur disampaikan dalam Rapat Koordinasi Sinergi Pemerintah dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Timur, di Hotel Harris Gubeng, Surabaya pada Selasa (9/6/2026) pukul 23.00 WIB.

Peran Strategis Koperasi di Jawa Timur

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki rekam jejak koperasi yang sukses dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan penggerak koperasi yang diinisiasi Dekopinwil Jatim telah menunjukkan sinergi yang kuat.

"Secara kelembagaan hampir 8.000-an setiap desa dan kelurahan sudah terbentuk. Mereka sudah menginisiasi dan bergerak untuk menghidupkan unit usaha di wilayah setempat," ujar Farida.

Ia juga menambahkan, bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya telah meresmikan ribuan Koperasi Merah Putih di Nganjuk pada Mei 2026.

Sinergi Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu fokus utama pemerintah adalah menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai pemasok utama kebutuhan pangan bagi program MBG.

Farida menjelaskan, bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Menko Pangan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun beberapa poin penting persiapan tersebut meliputi:

  • Penguatan operasionalisasi Koperasi Merah Putih secara masif di tiap desa.
  • Pemanfaatan fasilitas desa untuk menumbuhkan unit usaha lokal.
  • Kolaborasi lembaga untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan efisien.

Tantangan Koperasi ke Depan

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur, Slamet Sutanto, menambahkan bahwa gerakan koperasi saat ini menghadapi tiga tantangan krusial, yaitu:

  1. Regulasi yang belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan lapangan.
  2. Kompetisi pasar yang semakin ketat.
  3. Akselerasi digitalisasi koperasi.

Slamet menekankan, bahwa semangat gotong-royong harus menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan ini.

Dukungan juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang mengapresiasi keterlibatan aktif Dekopinwil Jatim dalam mendukung program nasional tersebut.

Kesimpulan: Jawa Timur diproyeksikan menjadi motor penggerak utama kesuksesan nasional melalui sinergi Koperasi Merah Putih dan penyediaan pangan untuk Makan Bergizi Gratis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.