Pertamax Naik, Warga Boyolali Pilih Ganti Pertalite : Selisih Rp 6 ribu
Putradi Pamungkas June 10, 2026 12:18 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai memengaruhi pola konsumsi bahan bakar masyarakat.

Sejumlah konsumen di Boyolali mengaku memilih beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite karena selisih harga yang semakin lebar.

Sebelumnya, harga Pertamax berada di angka Rp 12.300 per liter.

Namun, kenaikan sebesar Rp 3.950 per liter membuat sebagian pelanggan mempertimbangkan ulang penggunaan BBM nonsubsidi tersebut.

Salah satunya adalah Farid (34), warga Kecamatan Teras, Boyolali.

Selama ini ia menjadi pengguna Pertamax karena menilai bahan bakar tersebut lebih efisien dibandingkan Pertalite, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

"Kemarin selisih Rp 2 ribu. Tapi kalau menurut saya lebih irit kalau untuk jarak jauh," ujarnya.

PERTAMAX NAIK - Antrean kendaraan SPBU Tempursari Kecamatan Sambi Boyolali, Rabu (10/6/2026). Sebagian pengendara memilih Pertamax hanya karena tidak ingin menunggu terlalu lama di antrean Pertalite.
PERTAMAX NAIK - Antrean kendaraan SPBU Tempursari Kecamatan Sambi Boyolali, Rabu (10/6/2026). Sebagian pengendara memilih Pertamax hanya karena tidak ingin menunggu terlalu lama di antrean Pertalite. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Tekan Pengeluaran

Menurut Farid, penggunaan Pertamax membuat jarak tempuh kendaraan menjadi lebih panjang dibandingkan saat menggunakan Pertalite.

Namun, kenaikan harga yang berlaku saat ini membuatnya memilih beralih ke BBM subsidi demi menekan pengeluaran.

"Selisih jadi Rp 6 ribu per liter. Jadi ya pilih Pertalite. Apalagi kebutuhan rumah tangga juga naik," pungkasnya.

Baca juga: Efek Kenaikan Harga, Nozel Pertamax di SPBU Sambi Boyolali Terpantau Lengang

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.