Kopdes Merah Putih di Wonogiri Disebut Berada di Tengah Hutan, Danramil: Justru Sangat Strategis
jonisetiawan June 10, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, belakangan menjadi bahan perbincangan publik.

Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan memicu beragam spekulasi di media sosial.

Bahkan, muncul narasi yang menyebut bangunan tersebut berdiri di tengah hutan dan jauh dari jangkauan masyarakat desa.

Isu tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah sejumlah foto dan video lokasi pembangunan beredar luas di berbagai platform digital.

Banyak pihak mempertanyakan alasan pemilihan lokasi, termasuk efektivitas koperasi desa tersebut jika benar berada jauh dari pusat aktivitas warga.

Menanggapi polemik yang berkembang, Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri, Kapten Inf Cris Budiriyanto, memberikan penjelasan secara langsung mengenai dasar pemilihan lokasi pembangunan KDMP tersebut.

Menurutnya, lokasi yang dipilih justru memiliki nilai strategis karena berada di jalur yang kerap dilalui masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Tempatnya itu sangat strategis, karena memang di depannya pas itu akses jalan lalu lalang masyarakat, mau petani juga itu sebenarnya juga ada persawahan juga di situ,” ujar Cris kepada Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Lapangan Desa di Magelang Dipakai Proyek Kopdes Merah Putih, Warga Minta Lahan yang Dipakai Diganti

Tegaskan Bukan di Tengah Hutan

Cris membantah keras anggapan yang menyebut KDMP Plosorejo dibangun di tengah kawasan hutan. Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut sesungguhnya berada di antara beberapa permukiman warga yang tersebar mengikuti kondisi geografis wilayah pegunungan.

Menurutnya, kesan terisolasi muncul karena karakteristik Desa Plosorejo yang memiliki pola permukiman terpisah-pisah. Namun secara fungsi dan aksesibilitas, lokasi koperasi tetap berada dalam jangkauan masyarakat.

“Itu kalau disampaikan di media sosial di TikTok pembangunannya di tengah hutan, itu salah besar. Karena itu memang posisinya itu berada di tengah-tengah antara pemukiman Desa Plosorejo itu. Karena memang kan tempatnya itu terpisah-pisah karena situasi kondisi geografisnya,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, masyarakat yang tinggal di sejumlah dusun sekitar tetap dapat menjangkau lokasi dengan mudah melalui akses jalan utama yang telah tersedia.

KOPDES MERAH PUTIH - Danramil menegaskan narasi di media sosial yang menyebut Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Plosorejo dibangun di tengah hutan adalah tidak benar. KDMP berada sekitar 300 meter dari Dusun Pagergunung dan sekitar 400 meter dari Dusun Kepuh serta Ngrandu.
KOPDES MERAH PUTIH - Danramil menegaskan narasi di media sosial yang menyebut Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Plosorejo dibangun di tengah hutan adalah tidak benar. KDMP berada sekitar 300 meter dari Dusun Pagergunung dan sekitar 400 meter dari Dusun Kepuh serta Ngrandu. (Dok. Danramil 20/Kismantoro)

Berjarak Ratusan Meter dari Permukiman Warga

Untuk memperjelas situasi di lapangan, Cris memaparkan bahwa lokasi KDMP tidak berada jauh dari rumah penduduk. Dari Dusun Pagergunung, jaraknya sekitar 300 meter, sedangkan dari Dusun Kepuh dan Ngrandu hanya sekitar 400 meter.

Menurutnya, keberadaan rumah warga di sekitar kawasan tersebut cukup banyak sehingga tidak tepat jika disebut berada di lokasi terpencil.

“Dari arah barat itu sekitar 300-an meter, kemudian maju lurus itu sekitar 400-an meter. Dan di situ banyak sekali, rumah-rumah warga itu banyak di situ. Karena memang itu istilahnya akses jalan utama,” terangnya.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap berbagai informasi yang menyebut bangunan koperasi berada jauh dari aktivitas masyarakat desa.

Baca juga: Pemprov Jateng Berencana Sulap Kopdes Merah Putih di Kendal Jadi Destinasi Wisata, Ini Alasannya

Berdiri di Atas Tanah Kas Desa

Lebih lanjut, Cris menjelaskan bahwa pembangunan KDMP dilakukan di atas tanah kas Desa Plosorejo yang status kepemilikannya jelas dan telah memiliki sertifikat resmi.

Sebelum pembangunan dimulai, lahan tersebut berupa tanah kosong yang ditumbuhi pohon jati. Pemerintah desa kemudian melakukan penataan dan perataan lahan sebagai bagian dari persiapan pembangunan koperasi.

“Itu untuk lokasinya, itu tanah status memang semuanya yang dibangun KDKMP termasuk Plosorejo itu sudah ada sertifikatnya. Jadi menjadi tanah kas desa," kata dia.

“Itu berarti memang tanah kosong, jadi itu berupa tanaman jati di situ. Jadi punyanya desa, akhirnya diratakan sama desa. Nah, setelah diratakan, disiapkan untuk melaksanakan pembangunan KDKMP itu,” imbuhnya.

Lokasi Ditentukan Melalui Musrenbang

Menurut Cris, penentuan titik pembangunan tidak dilakukan secara sepihak. Lokasi tersebut telah melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan berbagai pihak terkait di tingkat desa.

Hasil musyawarah itulah yang kemudian menetapkan kawasan tersebut sebagai lokasi paling sesuai untuk pembangunan KDMP.

“Di situ kenapa Bapak Kolonel ataupun Pak Kepala Desa melaksanakan penunjukan titik di situ? Karena sudah dilaksanakan Musrenbang. Musrenbang dan secara perencanaan untuk pembangunan desa itu tempatnya di situ,” jelasnya.

Dengan demikian, pembangunan koperasi disebut telah mengikuti tahapan perencanaan yang berlaku dan disepakati bersama.

Diproyeksikan Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi Desa

Ke depan, KDMP Plosorejo tidak hanya berfungsi sebagai koperasi biasa. Bangunan tersebut direncanakan berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa yang terintegrasi dengan berbagai layanan lainnya.

Menurut Cris, kawasan itu nantinya akan menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk keberadaan unit usaha yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

“Karena nanti ke depannya akan dibuat semacam bumdes. Jadi nanti ada warung-warung atau apa untuk tempat ini pusatnya, istilahnya pusat kegiatan masyarakat nanti akan dipusatkan di sekitar pembangunan KDKMP tersebut. Kemudian di bawahnya lagi itu akan dibangun poli seperti itu,” terangnya.

Harapannya, keberadaan koperasi tersebut dapat memperpendek akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok maupun layanan lainnya tanpa harus pergi ke wilayah yang lebih jauh.

Baca juga: Nasib Perintis Koperasi Desa, Dulu Tak Digaji, Sekarang Terancam Diusir Gegara Rekrutmen Terpusat

Tinggal Menunggu Peresmian dan Kelengkapan Sarana

Pembangunan KDMP Plosorejo sendiri telah dimulai sejak 1 November 2025 dan dinyatakan selesai pada 22 April 2026. Meski bangunan fisiknya telah rampung, operasional koperasi masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat.

Menurut Cris, secara umum tidak ada kendala berarti yang menghambat kesiapan operasional koperasi tersebut.

“InsyaAllah tidak ada kendala untuk beroperasi, karena memang semuanya disiapkan secara bertahap,” katanya.

Saat ini, pihak terkait masih melengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung sebelum koperasi benar-benar dibuka untuk masyarakat.

“Nanti diperintahkan untuk melaksanakan distribusi atau jual beli, baru nanti kita laksanakan. Dan itu nanti akan dilaksanakan peresmian berikutnya, untuk tahap berikutnya,” tandasnya.

Camat: Lokasi Sudah Memenuhi Syarat dan Akan Membantu Warga

Sementara itu, Camat Kismantoro Sularto juga menegaskan bahwa lokasi pembangunan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan. Menurutnya, lahan tersebut merupakan tanah kas desa yang berada di dekat lapangan sepak bola Desa Plosorejo.

“Itu dibangun di tanah kas desa yang dekat dengan lapangan Desa Plosorejo. Kalau khusus Plosorejo strategis. Itu kan juga tanah kas desanya ada lapangan bola di bawahnya,” kata Sularto.

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan lahan dengan luasan sesuai ketentuan menjadi salah satu alasan utama pemilihan lokasi tersebut.

“Kan lokasi lahannya harus seluasnya ada ketentuannya, begitu. Adanya tanah kas desa kan di situ. Itu kan wilayah pegunungan,” terangnya.

Menurut Sularto, masyarakat justru menaruh harapan besar terhadap keberadaan KDMP karena dapat mendekatkan akses kebutuhan pokok maupun kebutuhan pertanian yang selama ini harus dicari ke desa lain.

“Ya kalau keyakinan kami membantu kelak. Apalagi kalau pupuk juga disediakan di situ. Masyarakat ya menunggu operasionalnya itu kapan. Katanya gas murah, katanya apa-apa kan juga mendekatkan kebutuhane masyarakat,” pungkasnya.

***

(TribunTrends/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.