Dosen Unsulbar Latih Petani Terapkan Smart Farming IoT dan Pembuatan Biofertilizer-QQ
Nurhadi Hasbi June 10, 2026 12:47 PM

 


TRIBUN-SULBAR.COM, PINRANG - Upaya mendorong transformasi pertanian modern terus dilakukan kalangan akademisi. Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Smart Farming Berbasis IoT dan Teknologi Mikrobiologi Pertanian untuk Produktivitas Berkelanjutan” di Marasa Farm Hidroponik, Desa Mattiro Ade, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang diikuti petani, pelaku usaha hidroponik, dan masyarakat setempat ini menghadirkan dua inovasi utama, yakni pelatihan Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT) serta pembuatan Biofertilizer-QQ berbasis bakteri potensial sebagai solusi peningkatan produktivitas pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan bioteknologi menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional usaha tani.

Baca juga: Dosen Unsulbar Latih KWT Katumbangan Produksi Sabun dan Sampo Alami Berbasis VCO Ramah Lingkungan

Baca juga: Tim PKM Teknik Mesin PNUP Ciptakan Mesin Bantu Produktivitas Ayam Kampung

"Petani saat ini perlu didukung dengan teknologi yang mampu membantu pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Karena itu kami memperkenalkan sistem Smart Farming berbasis IoT yang dapat memantau kondisi tanaman secara real-time, serta teknologi mikrobiologi melalui Biofertilizer-QQ untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara alami," ujarnya.

Penerapan Smart Farming Berbasis Teknologi Digital

Dalam sesi pelatihan Smart Farming, peserta diperkenalkan pada penggunaan sensor digital untuk memonitor berbagai parameter penting seperti suhu, kelembapan, pH, dan kondisi nutrisi tanaman.

Data yang diperoleh dapat diakses melalui perangkat digital sehingga memudahkan petani melakukan pengelolaan budidaya secara lebih presisi.

Pemanfaatan teknologi IoT dalam pertanian diketahui mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, nutrisi, dan tenaga kerja sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data. 

Berbagai program pelatihan smart farming di Indonesia juga menunjukkan bahwa teknologi ini membantu meningkatkan keterampilan dan kesiapan petani dalam mengadopsi pertanian modern. 

Selain teknologi digital, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan Biofertilizer-QQ (Quorum Quenching) yang diformulasikan menggunakan bakteri potensial hasil pengembangan riset mikrobiologi pertanian.

Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme menguntungkan yang berperan sebagai biofertilizer sekaligus agen bioproteksi tanaman.

Biofertilizer-QQ bekerja dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman serta membantu menekan perkembangan bakteri patogen melalui mekanisme quorum quenching, yaitu mengganggu sistem komunikasi antar bakteri penyebab penyakit.

Dengan pendekatan tersebut, penggunaan pupuk dan pestisida kimia diharapkan dapat dikurangi tanpa mengorbankan produktivitas tanaman.

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari proses perbanyakan bakteri, formulasi biofertilizer, hingga teknik aplikasi pada tanaman budidaya.

Tim dosen Unsulbar melaksanakan kegiatan PkM di Desa Mattiro Ade, Pinrang
UNSULBAR - Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Smart Farming Berbasis IoT dan Teknologi Mikrobiologi Pertanian untuk Produktivitas Berkelanjutan” di Marasa Farm Hidroponik, Desa Mattiro Ade, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Salah seorang peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan pada usaha pertanian yang dijalankannya.

"Kami selama ini hanya mengenal pupuk dan pestisida konvensional. Dengan adanya pelatihan ini, kami memahami bagaimana teknologi dan mikroba dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan," katanya.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap lahir model pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi digital dan teknologi hayati sehingga mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Universitas Sulawesi Barat dalam mendukung pengembangan pertanian berbasis inovasi dan hilirisasi hasil penelitian agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan petani di Sulawesi Barat maupun daerah sekitarnya. 

Penulis: Tim Pengabdian Universitas Sulawesi Barat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.