Pertamax Naik, Warga Trenggalek Resah Namun Ada Yang Optimis Indonesia Sejahtera 
Rendy Nicko June 10, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pertamina resmi menaikkan harga BBM Non Subsidi yaitu Pertamax 90, Rp 16.250 dari harga sebelumnya Rp 12.300. Warga Kabupaten Trenggalek mengeluh dan ada juga yang optimis Indonesia sejahtera.

Pengamatan di beberapa SPBU Kabupaten Trenggalek menunjukkan tidak ada antrian pembeli BBM Jenis Pertamax. 

Salah satunya di SPBU 54.663.01 Kecamatan Durenan. Tidak ada antrian yang berarti. Hanya ada hitungan jari pembeli Pertamax 90, baik sepeda motor maupun mobil.

Pembeli BBM Pertamax, Siti Aminah (65) mengeluh dengan adanya kenaikan tersebut. Karena ia sudah terbiasa berlangganan menggunakan Pertamax.

Baca juga: Data Kependudukan Jadi Penjaga Hak Warga, Dispendukcapil Kota Kediri Perkuat Layanan di Kelurahan

"BBM naik keluarga ya resah, biasanya belinya 20 ya 30 ribu begitu. Iya langganan Pertamax," ujar Siti Aminah sembari menata barang bawaannya usai mengisi BBM, Rabu (10/6/2026).

Dirinya mengaku alasan tetap menggunakan BBM Jenis Pertamax karena memang kualitasnya bagus. Sehingga motor yang ia gunakan sehari-hari dirasakan nyaman.

"Alasannya menggunakan Pertamax, kita menggunakan motor enak kalau menggunakan Pertamax," paparnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah dan juga Pertamina agar tidak ada lagi kenaikan BBM. Karena jika BBM naik, maka sudah dipastikan seluruh harga bahan pokok dan lainnya ikut naik.

"Perasaannya resah, harapannya dengan adanya ini ya jangan dinaikkan," jelasnya.

Ibu-ibu asal Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan ini menerangkan meskipun naik, masih ada doa dan harapan besar agar tetap diberikan kesehatan.

Serta berdoa supaya tetap diberikan kelancaran dan dimudahkan dalam mengais rezeki yang halal.

"Satu kata semoga rejekinya lancar supaya bisa beli BBM untuk mencari nafkah semuanya," pungkasnya.

Lain Aminah lain Zaenal Arifin (49). Saat ditanya respon naiknya harga BBM Pertamax 90, ia tersenyum dan optimis dengan kebijakan tersebut.

"Yang penting lancar mas. Demi dan untuk NKRI. Selalu menggunakan Pertamax. Harapannya Indonesia semakin sejahtera," ujar Zaenal Arifin sembari berseloroh.

Pria yang rumahnya tidak jauh dari SPBU Durenan masuk Desa Pandean ini mengaku pasrah dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pertamina.

Baca juga: Bus Kecil dari Trenggalek Dipastikan Bisa Lewati Jalur Alternatif: Jadwal Maju 30 Menit

"Apapun keputusan rakyat mendukung tapi ya tolong kebijakan yang dikeluarkan ya harus kita amanahkan sesuai dengan apa yang disampaikan. Kalau memang ini keputusan masyarakat mendukung," imbuhnya sembari memberikan dua jempol.

"Baru saja tahu. Dari harga sebelumnya 12 sekarang menjadi 16 ribu," tutupnya.

Pantauan TribunMataraman.com, selain di SPBU Durenan, SPBU Ngantru atau di wilayah kota juga tidak nampak antrian.

Hanya beberapa sepeda motor yang mengisi Pertamax 90. Mayoritas pelanggan yang memiliki tahun motornya masih baru.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.