BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk jenis Pertamax dari Rp13.900 ke Rp17.000 per liter membuat harga pertamax di eceran tembus Rp19.000 per liter.
Hal itu disampaikan oleh satu di antara pengecer BBM di Jalan Rahayu, Sungaiparing Kabupaten Banjar, Rahmadi.
Menurut Rahmadi, dia terpaksa menaikkan harga pertamax itu karena harga dari SPBU nya sudah Rp 17.000 per liter.
"Sebelumnya kami jual eceran Rp15.000 per liter. Tapi karena mulai malam tadi harga pertamax naik di SPBU jadi kami jual per liter Rp 19.000," kata Rahmadi sambil menungkan BBM ke motor pelanggan.
Baca juga: Harga Pertamax di Kalsel Naik, Antrean Kendaraan Jalur Pertalite di SPBU Banjarmasin Lebih Ramai
Baca juga: Warga Banjarbaru Kaget Harga Pertamax Tiba-Tiba Naik Jadi Rp17 Ribu, Ojol Merasa Berat
Pihaknya pun karena tak punya modal besar, jadi tidak banyak membeli ke SPBU BBM jenis Pertamax.
Dari pantauan, warga yang membeli ke eceran lebih banyak juga yang beli pertalite. Untuk eceran, harga pertalite masih tetap sama dengan harga sebelumnya dibandrol Rp12.000.
"Orang yang beli juga lebih banyak yang pertalite pak dibanding Pertamax. Jadi kami beli ke SPBU lebih banyak pertalite," kata Rahmadi.
Diketahui, harga BBM non subsidi jenis Pertamax naik dari Rp13.900 ke Rp17.000 per liter.
Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, pemerintah melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green, karena mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)