TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Imbas melemahnya rupiah terhadap dollar membuat harga berbagai kebutuhan pokok termasuk di Palembang melonjak dratis.
Akibat kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok di pasaran membuat warga mengeluh dan menjerit dengan keadaan ini.
Seperti pantauan Tribunsumsel.com di pasar Lemabang sejumlah barang kebutuhan pokok naik mulai dari beras, minyak dan lain sebagainya.
Salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) Nina mengaku saat ini semakin pusing untuk mengatur keuangan karena bahan pokok (sembako) melonjak drastis.
"Saya biasanya beli yang Rp 20 kilo merek Topi Koki, dengan harga Rp 330.000 sekarang sudah Rp 370.000 ampun sudah jauh banget naiknya," ujar Nina.
Nina mengaku kenaikan ini serasa tidak wajar karena ini langsung berdampak kepada masyarakat kecil.
"Saya saja masyarakat yang tergolong berkecukupan, sangat berdampak apalagi masyarakat yang hanya memenuhi kebutuhan sehari-harinya miris sekali ekonomi untuk saat ini," tutupnya.
Salah satu IRT Jannah juga turut mengeluhkan naiknya bahan pokok, menurutnya saat ini membawa uang Rp 50.000 kepasar sudah tidak ada artinya.
"Saya bawak Rp 50.000 dahulu banyak bisa beli cabai, bisa untuk makan dua hari sekarang ini cuman dapet 2 macem ayam setengah kilo, dengan harga Rp 15.000 beli beras Rp 25.000 untuk 2 kilo habis belum termasuk bumbunya itu," ucapnya.
Menurutnya pemerintah harus menstabilkan harga sembako di Palembang untuk bisa menyelamatkan masyarakat untuk tetap bisa makan.
Menurutnya penstabilan harga kebutuhan pokok sembako sangat diperlukan karena tidak hanya anak sekolah yang butuh makan namun masyarakat juga butuh makan.
"Sekarangkan program MBG untuk anak anak itu anggarannya besar ya, jadi mintak tolong sama pemerintah Republik Indonesia untuk turunkan sedikit harga sembako kurangi dana MBG untuk menyelamatkan kami emak emak," ujarnya.
Baca juga: Daftar Harga Sembako di Pasar Plaju Palembang 9 Juni 2026, Cabai Merah Keriting Rp 50 Ribu/ Kilo
Sebagai emak emak yang langsung terdampak dari melemahnya rupiah dan kebutuhan bahan pokok.
Melemahnya rupiah yang memicu inflasi ini juga memantik kritik dari emak-emak terkait penyaluran bantuan sosial yang lambat dan tidak tepat sasaran.
"Inikan ekonomi lagi susah ya bantuan bantuan seperti PKH, bantuan beras itu sangat diperlukan saat ini tolong pemerintah kami emak emak juga pengen makan makanan yang bergizi," tutupnya.
Pedagang Keluhkan Minat Pembeli
Hal yang sama diungkapkan oleh penjual tempe Rizki mengaku penjualan tempe berkurang minat dari masyarakat karena naiknya harga kedelai.
Menurutnya dari ukuran yang kecil hingga biaya yang mahal sangat berdampak dengan daya beli masyarakat.
"Sekarang lah sepi yang nak tempe kak, kalau gak pengen pengen banget sama tempe ini gak beli orang, gak kayak dulu sampek gak pernah bawak pulang karena habis, sekarang selalu bawa sisa pulang," tutupnya.
Salah satu pedagang sembako pasar Lemabang Sutarja mengungkapkan beberapa kebutuhan bahan pokok mulai tinggi termasuk beras yang melonjak tajam.
"Kalau harga beras itu tinggi sudah naiknya beras merek Topi Koki, Selancar, Timah Premium, Beras Raja Premium harganya mulai dari Rp365. 000 - Rp370. 000," ujar Sutarja pada Rabu (10/6/2026).
Kenaikan juga pada beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) meski dijual dengan harga dari pemerintah Rp 62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
"Kalau kita jualnya harganya Rp 70-75 ribu untuk 5 kilogamnya," tutupnya.
Sama halnya dengan minyak goreng Subsidi yang dijual ke masyarakat yakni minyak goreng merek MinyaKita yang juga tinggi dijual oleh para pedagang.
"Kita jual MinyaKita itu Rp20 ribu Perkilogramnya," tutupnya.
Berikut harga sembako di pasar Lemabang Palembang
Minyak goreng kemasan, Rp 20-21 ribu per kilogram, tepung terigu Rp 12.000-13.000 per kilogram, gula pasir Rp 19-20.000 ribu per kilogram, dan gula pasir dalam kemasan merek PSM Rp 21.000 ribu per kilogram.
Kalau untuk beras Biasa seperti Arjuna Rp 270.000- Rp275000 untuk 20 kilogramnya.
Beras medium yang sama kualitasnya namun pulen itu seperti merek OKE, Raja biru dan Sakura, itu harganya Rp 310 - Rp 330 ribu untuk 20 kilogramnya.
Beras premium merek Topi Koki, Raja Ultima, Raja Platinum, Patin hingga Selancar dibanderol dengan harga Rp 370 untuk 20 kilogramnya.
Cabai panjang Rp 50 ribu per kilogram
Cabai burung Rp 70.000 ribu per kilogram
Cabai jengki Rp 65.000 ribu per kilogram
Bawang merah Rp 45 ribu per kilogram
Bawang putih Rp 50.000 ribu per kilogram
Daging :
Daging Ayam, Rp 30.000 ribu per kilogram, telur ayam Rp 27.000 ribu per kilogram, dan daging sapi Rp 150.000 -160.000 ribu per kilogram.
Ikan patin Rp 35 ribu per kilogramnya.
Ikan Lele peliharaan Rp 40 ribu per kilogramnya
Ikan lele sungai Rp 60 Ribu per kilo.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com