'Saya Kasih Hadiah' Janji Dudung Abdurachman Bagi yang Bisa Buktikan Isu Dirinya Punya Dapur MBG
Lisna Ali June 10, 2026 02:09 PM

TRIBUNPALU.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menantang publik bagi siapa yang bisa membuktikan isu dirinya memiliki Dapur MBG. 

Bahkan Dudung tak tanggung-tanggung bakal memberikan hadiah.

Hal itu disampaikan Dudung merespons rumor yang menyeret namanya ke dalam pusaran dugaan kasus Korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Dudung menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki jatah komersial maupun menitipkan titik operasional dapur dalam program nasional tersebut.

Klarifikasi ini disampaikan Dudung usai menerima audiensi Kepala BGN Nanik S Deyang di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini meminta publik untuk lmelakukan pengecekan di lapangan.

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti," tegas Dudung.

Jenderal purnawirawan bintang empat ini ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kabar yang beredar tersebut tidak memiliki dasar bukti yang kuat.

"Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya. Jelas ya rekan-rekan sekalian," tegas Kepala KSP tersebut.

Baca juga: Pemicu Investor Dapur MBG Ngamuk di Kantor BGN, Mengaku Rugi Miliaran: Kami Butuh Negara Hadir

Baca juga: Rencana Nanik Stop Pendaftaran Dapur MBG Baru, Batasi Maksimal 6 Per Kecamatan

Awal Mula Namanya Terseret kasus Eks Kepala BGN

Dudung kemudian mengurai asal-mula mengapa namanya bisa sampai dikaitkan dengan kasus di lembaga gizi itu.

Ia menjelaskan bahwa polemik ini berawal dari komunikasi yang ia lakukan dengan pengurus sebuah pondok pesantren, beberapa bulan yang lalu.

Karena dikenal dekat dengan kalangan ulama dan pesantren, Dudung didatangi oleh pengurus yang ingin menyampaikan sebuah aspirasi.

Pihak pengurus pondok pesantren meminta bantuan agar lembaga mereka bisa dimasukkan sebagai salah satu sasaran penerima manfaat program MBG.

"Saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya untuk sebagai sasaran penerima manfaat karena di pesantren itu kan ada penerima ada santrinya 4.000, ada yang 5.000," ungkap Dudung.

Merespons permintaan tersebut, Dudung kemudian mencoba menghubungkan pihak pesantren dengan pihak BGN, yang dalam hal ini diwakili Eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang kini berstatus tersangka.

"Nah kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan, saya sampaikan Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap, ya, sudah ditentukan, dia sudah mulai secara administrasi sudah siap," lanjutnya.

Untuk urusan teknis administrasi, Dudung menugaskan salah satu stafnya untuk menjadi narahubung.

Ia menegaskan, setelah pihak pesantren dan BGN tersambung, dirinya sama sekali tidak lagi mencampuri urusan kelanjutan program tersebut.

"Akhirnya saya sampaikan ke Pak Dadan, 'Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurrohman,' staf saya. Akhirnya silakanlah, mereka berhubungan, mereka berhubungan saya sudah tidak ngerti apa-apa," tegas Dudung.

Faktanya, saat Dudung kembali menanyakan progres program tersebut beberapa minggu lalu, dapur yang direncanakan di pesantren itu justru mangkrak dan urung dibangun. 

Namun, posisinya yang menjembatani komunikasi di awal justru dipelintir menjadi narasi kepemilikan dapur pribadi.

"Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai. Bangunnya pun dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaedi dan sebagainya, cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," jelasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu memberikan tantangan terbuka kepada siapa pun yang bisa membuktikan tudingan tersebut.

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews

Update informasi TribunPalu lainnya di Instagram

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.