TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat pengguna kendaraan bermotor.
Sejumlah warga kini menimbang kembali penggunaan BBM non-subsidi tersebut setelah harga Pertamax resmi mengalami kenaikan hingga menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026.
Informasi yang diperoleh dari petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat menyebutkan bahwa harga Pertamax dengan nilai oktan RON 92 mengalami peningkatan cukup besar.
Sebelumnya, produk tersebut dijual Rp12.300 per liter, namun kini menjadi Rp16.250 per liter, atau naik Rp 3.950 per liter.
Salah seorang warga Babakan, Pangandaran, Tasimin (42), mengaku keberatan dengan penyesuaian harga yang terjadi.
Menurut dia, penggunaan Pertalite menjadi opsi yang kemungkinan akan dipilih untuk mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.
"Kalau harga Pertamax naik seperti sekarang, saya akan beralih ke Pertalite. Selisih harganya cukup besar dan tentu berpengaruh terhadap biaya operasional kendaraan," ujar Tasimin kepada Tribun Jabar di TIC Pangandaran, Rabu (10/6/2026) siang.
Keluhan serupa juga diungkapkan Kusnadi (49), warga Pangandaran lainnya. Ia mengaku heran karena harga BBM non-subsidi dinilainya terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kusnadi mengatakan selama ini sepeda motor Vario miliknya menggunakan Pertamax. Namun, dengan harga yang kini jauh lebih tinggi, ia mulai mempertimbangkan beralih ke Pertalite.
"Ya herannya kok naik terus. Motor Vario saya yang baru biasanya pakai Pertamax. Kalau sekarang semahal ini, kemungkinan saya beralih ke Pertalite," katanya.
Di sisi lain, petugas SPBU di Pangandaran yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan adanya perubahan harga Pertamax.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian tarif tersebut telah diberlakukan sejak dini hari setelah pihak SPBU menerima kebijakan terbaru dari Pertamina.
"Ya, harga Pertamax sekarang Rp16.250 per liter. Untuk Pertalite saat ini masih menunggu karena ada gangguan pada sistem informasi yang kami terima," ucapnya.