Aksi Nyata PNM Jaga Ekosistem Laut untuk Masa Depan Anak Indonesia
Ilham Mulyawan June 10, 2026 03:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris mengatakan aksi pelestarian ekosistem laut dan pesisir, yang dilaksanakan PNM merupakan upaya menjaga sumber kehidupan, ruang belajar, dan masa depan anak-anak Indonesia di masa mendatang.

Sebanyak 70.000 pohon mangrove, kemudian 2.000 bibit terumbu karang, lalu pelepasan 1.000 tukik atau anak penyu ke habitat alaminya dilaksanakan PNM setahun terakhir.

Baca juga: Jaga Ekosistem Laut PNM Tanam 70 Ribu Mangrove 2.000 Bibit Terumbu Harang Hingga Lepas 1.000 Tukik

Baca juga: Pemusnahan Barang Bukti, Kejari Mamuju Blender 363 Gram Sabu-sabu

Kindaris menyebutkan, manfaat mangrove yang jarang disadari adalah kemampuannya menjadi ruang tumbuh bagi berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber penghasilan nelayan. 

Demikian terumbu karang yang sering disebut sebagai hutan hujan di bawah laut. 

Ketika terumbu karang terjaga, rantai kehidupan laut tetap berjalan, stok ikan tetap tersedia, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus berlanjut.

Pelepasan 1.000 anak penyu juga memiliki makna yang tidak kalah penting. 

JAGA LINGKUNGAN - Para pegawai dan direksi Permodalan Nasional Madani (PNM) melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pantai untuk menjaga lingkungan pesisir pantai
JAGA LINGKUNGAN - Para pegawai dan direksi Permodalan Nasional Madani (PNM) melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pantai untuk menjaga lingkungan pesisir pantai (Tribun-Sulbar.com/PNM for Tribun Sulbar)

Penyu merupakan salah satu indikator kesehatan ekosistem laut. 

"Kehadiran mereka membantu menjaga keseimbangan rantai makanan, serta ekosistem lamun maupun terumbu karang," ujar Kindaris.

Sementara itu, aksi bersih-bersih pantai oleh jajaran karyawan dan direksi PNM, juga membawa dampak yang jauh melampaui kebersihan kawasan wisata. 

Sampah plastik yang dibiarkan di pesisir dapat terurai menjadi mikroplastik dan masuk ke rantai makanan laut yang berpotensi kembali ke meja makan manusia melalui ikan dan hasil laut yang dikonsumsi.

"Ketika kita menjaga laut hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga sumber kehidupan, ruang belajar, dan masa depan anak-anak Indonesia di masa mendatang," ungkap Kindaris.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PNM ingin menegaskan bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang meningkatkan kapasitas manusia, tetapi juga menjaga ekosistem yang menopang kehidupan mereka. 

Sebab keberlanjutan ekonomi masyarakat dan kelestarian alam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. 

"Laut sehat, masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh, dan anak-anak memiliki peluang masa depan yang lebih cerah," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.