TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi perburuan Sepatu Emas sudah menjadi salah satu topik yang paling menarik untuk dibahas.
Dengan format baru yang menghadirkan 48 tim dan total 104 pertandingan, FIFA menilai edisi kali ini berpotensi menghasilkan lebih banyak gol dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.
FIFA dalam rilis di laman mereka menuliskan 10 pemain yang dianggap memiliki peluang terbesar menjadi top skor Piala Dunia 2026.
Menariknya, tiga negara unggulan yakni Prancis, Spanyol, dan Brasil masing-masing memiliki dua wakil dalam daftar tersebut.
Hal ini menunjukkan betapa kuatnya kedalaman lini depan ketiga negara tersebut menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca juga: Rapor Argentina Menuju Piala Dunia 2026, Lionel Messi Cs Hanya Kalah 4 Kali
Nama yang paling banyak dijagokan tentu saja adalah Kylian Mbappe.
Penyerang Prancis itu sudah mengoleksi 56 gol dari 98 penampilan internasional dan mencetak 12 gol hanya dalam 14 pertandingan Piala Dunia.
Catatan tersebut membuatnya menjadi kandidat utama untuk mempertahankan Sepatu Emas yang ia raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
FIFA menilai peluang Mbappe semakin besar karena ia akan didukung sederet kreator kelas dunia seperti Ousmane Dembele, Rayan Cherki, Desire Doue, hingga Michael Olise.
Jika berhasil kembali menjadi top skor, Mbappe akan menjadi pemain pertama yang memenangkan Sepatu Emas dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Mbappe sendiri dalam edisi debut di Piala Dunia 2018 lalu menjadi runner up top skor. Ia mencetak empat gol bersama banyak nama lain.
Catatan itu hanya membuatnya kalah dari top skor utama, penyerang Inggris Harry Kane yang kala itu mencetak 6 gol.
Nama Harry Kane diprediksi masih akan jadi penantang terkuat bagi Mbappe dalam urusan top skor.
Penyerang Bayern Munchen itu sudah mencetak 79 gol dalam 113 laga internasional, membuatnya sebagai top skor sepanjang masa Timnas Inggris.
Dan seperti disinggung di atas, Kane sudah pernah meraih Sepatu Emas pada Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol.
Bersama Mbappe, Kane berpeluang menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu merebut Sepatu Emas di dua edisi berbeda.
Dukungan dari pemain-pemain kreatif seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Eberechi Eze menjadi alasan mengapa FIFA menempatkannya di posisi teratas daftar unggulan.
Salah satu fakta menarik dari daftar FIFA adalah dominasi tiga negara yang masing-masing dinilai memiliki dua kandidat.
Dari Spanyol, ada kapten tim Mikel Oyarzabal dan wonderkid Lamine Yamal.
Oyarzabal sedang berada dalam performa luar biasa setelah mencetak 13 gol dalam 13 pertandingan terakhir bersama tim nasional.
Sementara Yamal datang dengan reputasi sebagai salah satu pemain muda terbaik dunia dan sudah membukukan 18 gol untuk Barcelona sepanjang musim 2024/2025.
Brasil juga mengirim dua nama sekaligus, yakni Vinícius Júnior dan Raphinha.
Meski bukan striker murni, keduanya memiliki produktivitas tinggi di level klub.
Baca juga: Juara Piala Dunia 2026 Bukan Hal Mustahil, Prancis Ditakdirkan Ulangi Sejarah Brasil & Argentina
Raphinha bahkan mencetak 55 gol dalam 90 pertandingan bersama Barcelona sejak awal musim 2024/2025 dan diperkirakan menjadi algojo penalti Brasil di Piala Dunia nanti.
Prancis selain Mbappe, ada juga nama yang berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak, yakni melalui Ousmane Dembele.
Meski statistik internasional Dembele tidak terlalu mencolok, transformasinya menjadi mesin gol di Paris Saint-Germain membuat FIFA tetap memasukkannya ke dalam daftar favorit.
Selain itu, Prancis sebenarnya juga memiliki nama lain yang cukup berbahaya. Meski tak disebut FIFA, namun sosoknya cukup mencuri perhatian.
Adalah Michael Olise, iverted winger yang baru-baru ini mendapat sorotan kuat. Olise mencetak 22 gol dalam 51 penampilan Bayern Munchen di semua kompetisi musim lalu.
Ia baru-baru ini menyita perhatian dengan hattrick saat Prancis mengalahkan Irlandia Utara 3-1, salah satunya lewat gol melengkung indah di tepi kotak penalti.
Selain nama-nama di atas, FIFA juga menempatkan Erling Haaland sebagai kandidat serius.
Penyerang Norwegia itu memiliki catatan luar biasa dengan 55 gol dari hanya 50 pertandingan internasional.
Ini akan menjadi debutnya di Piala Dunia, tetapi produktivitasnya membuat siapa pun sulit mengabaikannya.
Sementara itu, dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, juga masih masuk radar.
Messi akan berusia 39 tahun saat turnamen berlangsung, tetapi ia tetap tampil tajam bersama Argentina.
Kapten Albiceleste tersebut telah mencetak 36 gol dalam 38 pertandingan terakhirnya bersama tim nasional.
Di sisi lain, Ronaldo yang sudah berusia 41 tahun masih menjadi mesin gol Portugal dengan torehan 25 gol dalam 30 penampilan terakhir.
Kedua legenda ini mungkin tidak lagi berada di puncak usia emas mereka, tetapi pengalaman dan naluri mencetak gol membuat mereka tetap layak diperhitungkan.
Pengamat sepak bola dari Spieltag Indonesia, Adrian, menilai format baru Piala Dunia 2026 berpotensi membuat persaingan top skor semakin menarik.
Menurutnya, kehadiran 48 peserta dan bertambahnya jumlah pertandingan akan memberi para penyerang lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol.
"Ini sebenarnya hanya menunda klimaks saja, tetapi membuat turnamen semakin menarik karena lebih banyak negara bisa berpartisipasi," ujarnya saat berbicara di Podcast Tribunnews "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia."
Adrian menambahkan bahwa tim-tim unggulan tetap menjadi kandidat terkuat juara karena mayoritas berasal dari jajaran 10 besar ranking FIFA.
Namun menurutnya tak menutup peluang untuk munculnya kejutan dari negara-negara seperti Norwegia, Turki, Irak, dan Tunisia.
Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak, peluang mencetak gol juga semakin besar. Karena itu, persaingan memperebutkan Sepatu Emas diperkirakan akan menjadi salah satu cerita utama sepanjang Piala Dunia 2026.
Jika melihat daftar kandidat yang dirilis FIFA, duel antara Mbappe, Kane, Haaland, Messi, Ronaldo, hingga generasi baru seperti Yamal berpotensi menghadirkan salah satu perlombaan top skor paling menarik dalam sejarah turnamen.
Bagi tim unggulan dan juga pemain kandidat top skor tersebut, tantangannya adalah memastikan tetap dalam kondisi optimal hingga fase krusial.
"Favorit juara harus benar-benar mengatur fisik pemain supaya tetap fresh sampai fase gugur," terang Adrian.
(Tribunnews.com/Tio)