Daftar 4 Astronaut yang Diumumkan NASA Sebagai Kru Artemis III, Jalan Kembalinya Manusia ke Bulan
Gryfid Talumedun June 10, 2026 02:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - NASA resmi mengumumkan empat astronaut yang akan menjalankan misi Artemis III pada 2027. 

Misi ini menjadi langkah penting dalam program Artemis karena akan menguji kemampuan kapsul Orion untuk berlabuh dengan wahana pendarat Bulan komersial, sekaligus menjadi batu loncatan menuju kembalinya manusia ke Bulan pada 2028.

Lebih dari setengah abad setelah manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan, NASA kini selangkah lebih dekat untuk mengulang sejarah itu.

Baca juga: Pemkab Sangihe Siapkan 10 Langkah Penanganan Pascagempa M 7.7, Fokus pada Bantuan dan Pemulihan

Melansir Kompas.com, Pada 9 Juni 2026, badan antariksa Amerika Serikat tersebut resmi mengumumkan empat astronaut yang akan mengemban misi Artemis III sebuah penerbangan uji coba yang digadang-gadang sebagai salah satu misi paling kompleks yang pernah dilakukan manusia di luar angkasa.

Mereka adalah Randy Bresnik (komandan, NASA), Luca Parmitano (pilot, ESA), serta Andre Douglas dan Frank Rubio (spesialis misi, NASA). Satu anggota cadangan turut disiapkan, yaitu Robert Hines dari NASA.

Daftar Kru Artemis III

  1. Randy Bresnik (NASA) – Komandan Misi

  2. Luca Parmitano (ESA/Italia) – Pilot

  3. Andre Douglas (NASA) – Spesialis Misi

  4. Frank Rubio (NASA) – Spesialis Misi

  5. Robert Hines (NASA) – Astronaut Cadangan (Backup Crew)

Apa Itu Artemis III dan Mengapa Ini Penting?

Artemis III bukan misi mendarat di Bulan.

Misi yang dijadwalkan pada 2027 ini dirancang sebagai penerbangan uji coba di orbit rendah Bumi (low Earth orbit), dengan tujuan utama menguji kemampuan berlabuh (docking) antara kapsul Orion milik NASA dengan wahana pendarat Bulan komersial yang sedang dikembangkan oleh SpaceX (Starship) dan Blue Origin (Blue Moon).

Misi ini akan berlangsung hampir dua minggu empat hari lebih lama dari misi Artemis II sebelumnya yang berlangsung 10 hari.

Tambahan waktu ini dimanfaatkan NASA untuk menguji sistem pendukung kehidupan, prosedur docking di orbit, serta sejumlah pengamatan ilmiah tentang atmosfer Bumi dan cuaca antariksa.

"Artemis III adalah salah satu misi paling kompleks yang pernah NASA lakukan. Untuk pertama kalinya, NASA akan mengoordinasikan kampanye peluncuran yang melibatkan beberapa wahana antariksa dan mengintegrasikan kemampuan baru ke dalam operasi Artemis," kata Jeremy Parsons, pelaksana wakil administrator NASA untuk Program Moon to Mars, dikutip Live Science.

Siapa Saja Kru Artemis III?

Berikut ini profil para Astronaut Artemis III

  • Andre Douglas (Spesialis Misi); Insinyur kelahiran Florida berusia 40 tahun ini akan menjalani penerbangan antariksa pertamanya. Sebelumnya, ia menjadi anggota kru cadangan untuk misi Artemis II yang mengelilingi Bulan. Lewat misi Artemis III, Douglas akan mengukir sejarah sebagai salah satu dari sekitar dua lusin warga Afrika-Amerika yang pernah terbang ke luar angkasa.
  • Frank Rubio (Spesialis Misi); Seorang dokter keturunan Salvador-Amerika berusia 50 tahun. Ia memiliki latar belakang sebagai pilot helikopter Black Hawk untuk Angkatan Darat AS. Saat ini, Rubio memegang rekor sebagai astronaut AS dengan penerbangan antariksa terlama dalam satu misi, yaitu selama 371 hari.
  • Randy Bresnik (Komandan); Anggota tertua dalam kru ini dengan usia 58 tahun. Mantan pilot uji Angkatan Laut AS dan personel Korps Marinir ini adalah satu-satunya kru yang pernah ikut dalam misi pesawat ulang-alik pada tahun 2009. Ia pernah memimpin Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai komandan pada tahun 2017.
  • Luca Parmitano (Pilot); Pilot berusia 49 tahun ini menjadi satu-satunya astronaut asing dalam misi ini. Lahir di Paterno, Italia, Parmitano merupakan mantan personel angkatan udara negaranya. Pada tahun 2019, ia mencetak sejarah sebagai orang Italia pertama yang menjabat sebagai komandan ISS.

Batu Loncatan Menuju Pendaratan di Bulan

Jika Artemis III berjalan mulus, jalan terbuka lebar bagi Artemis IV misi yang pada 2028 akan membawa astronaut Amerika kembali menginjakkan kaki di Bulan untuk pertama kalinya dalam 54 tahun, sejak misi Apollo 17 pada 1972.

Rencananya, dua dari empat astronaut Artemis IV akan berpindah dari kapsul Orion ke wahana pendarat komersial yang telah berlabuh di orbit Bulan, kemudian turun ke permukaan Bulan dan kembali lagi ke Orion untuk perjalanan pulang ke Bumi.

Sementara itu, misi Artemis V dijadwalkan menjadi fondasi bagi pangkalan Bulan permanen ambisi besar yang juga diumumkan oleh Administrator NASA Jared Isaacman awal tahun ini, termasuk rencana pangkalan Bulan senilai 20 miliar dollar AS dan wahana antarplanet bertenaga nuklir.

Hambatan Besar: Dua Roket Komersial Sedang Bermasalah
Di balik kabar gembira pengumuman kru ini, ada bayangan besar yang menggantung. Kedua roket komersial yang menjadi andalan program Artemis Starship milik SpaceX dan New Glenn milik Blue Origin — saat ini sedang dikandangkan oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika (FAA) menyusul kegagalan beruntun.

Yang paling dramatis terjadi pada 28 Mei 2026, ketika roket New Glenn meledak dalam bola api raksasa sesaat setelah peluncuran sebuah kejadian yang disebut-sebut sebagai salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah Amerika.

Namun NASA tidak menyerah.

"Kami menyadari pertanyaan soal bagaimana anomali Blue Origin baru-baru ini berdampak pada rencana kami, tapi kegagalan adalah kesempatan belajar. Kami yakin New Glenn akan siap untuk Artemis III," ungkap Parsons.

Perwakilan Blue Origin, John Couluris, juga menyatakan bahwa investigasi atas insiden tersebut tengah berjalan dengan baik dan tim produksi wahana lunar mereka terus bekerja.

Sementara wakil presiden SpaceX, Jessica Jensen, berbicara tentang "kemajuan substansial" dalam pengembangan Starship untuk misi NASA.

Misi Artemis III nantinya akan menentukan mana dari dua kandidat lander itu yang akan mendapat kepercayaan untuk membawa manusia ke permukaan Bulan pada 2028.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.