5 Jemaah Haji Banyuwangi Meninggal di Makkah, Mayoritas Lansia
Haorrahman June 10, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Banyuwangi yang meninggal dunia di Tanah Suci menjadi lima orang hingga 9 Juni 2026. Seluruh jemaah yang wafat dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Jemaah terbaru yang meninggal adalah Kusnudin (85), warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kusnudin meninggal dunia, 9 Juni 2026 pukul 01.18 waktu Arab Saudi setelah menjalani perawatan intensif di King Faisal Hospital, Makkah.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, kondisi kesehatan Kusnudin mulai menurun setelah menjalani rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Baca juga: Jemaah Haji Asal Situbondo Meninggal di Mekkah, Sempat Jalani Perawatan Sebelum Berangkat

Menurut laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), almarhum mengalami sesak napas, batuk, serta penurunan nafsu makan dan minum.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen rendah dan tekanan darah yang menurun sehingga pasien dirujuk ke King Faisal Hospital untuk mendapatkan penanganan lanjutan," kata Amir Hidayat, Rabu (10/6/2026).

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Kusnudin mendapatkan terapi oksigen, antibiotik, cairan infus, hingga perawatan intensif di ruang ICU. Namun, kondisinya terus memburuk akibat komplikasi gangguan paru dan infeksi berat.

Baca juga: Jelang Wukuf di Arafah, Gus Shobih Pastikan Jemaah Haji Pasuruan Siap dan Bugar

Berdasarkan diagnosis medis, penyebab kematian Kusnudin adalah Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), syok septik, dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).

"Kondisi tersebut menunjukkan adanya gagal napas berat yang diperberat infeksi sistemik sehingga menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh," ujarnya.

Lansia

Amir mengatakan kelompok lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi masih menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi selama pelaksanaan ibadah haji.

Kondisi tersebut terutama terjadi setelah pelaksanaan Armuzna yang menuntut aktivitas fisik tinggi serta paparan suhu panas ekstrem di Arab Saudi.

Data per 9 Juni 2026 menunjukkan, dari total 1.317 jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 hingga 85, terdapat 401 orang atau sekitar 30,4 persen yang masuk kategori risiko tinggi. Seluruhnya terus mendapatkan pemantauan kesehatan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Baca juga: Setelah Keliling Alun-Alun, Jemaah Haji Lumajang Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci


Hingga saat ini, tercatat lima jemaah haji asal Banyuwangi yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi, yaitu:

  1. Patonah binti Mat Yasir (71 tahun) – Acute Respiratory Failure.
  2. H. Bilal bin Sangidun (85 tahun) – Aspirasi.
  3. H. Soejadi bin Mertokadiyo (85 tahun) – Pneumonia dan Acute Coronary Syndrome (ACS).
  4. Syuwandi bin Saji (78 tahun) – STEMI dengan syok kardiogenik.
  5. Kusnudin bin Saikun (85 tahun) – ARDS, syok septik, dan COPD.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk terus mendoakan para jemaah yang masih berada di Tanah Suci.

Baca juga: Cara Unik Jemaah Haji asal Lumajang Supaya Kopernya Tidak Tertukar

"Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para jamaah yang masih berada di Tanah Suci agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menyempurnakan ibadah hajinya," kata Amir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.