Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.650 per liter mulai berlaku di Bengkulu dan dikeluhkan sejumlah pengendara di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Keluhan tersebut disampaikan pengendara yang ditemui saat mengisi bahan bakar di SPBU 24.383.34 Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah, Rabu (10/6/2026).
Salah seorang pengendara, Fadhel, mengaku tetap menggunakan Pertamax meski harganya mengalami kenaikan cukup tinggi. Pasalnya, kendaraan yang digunakannya tidak direkomendasikan menggunakan Pertalite.
"Saya beli Pertamax karena memang motornya saya tidak bisa pakai Pertalite," kata Fadhel.
Menurutnya, kenaikan harga hingga mencapai Rp16.650 per liter cukup memberatkan. Namun sebagai pengguna Pertamax, ia tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli BBM tersebut.
"Semoga cepat turun lagi dan balik ke harga normal. Keberatan sebenarnya, kalau sudah kebijakannya seperti itu, ya mau bagaimana lagi," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Agung Putra. Ia menilai kenaikan harga Pertamax kali ini terlalu tinggi karena melonjak lebih dari Rp4.000 per liter dibanding harga sebelumnya.
"Kalau sekarang ada keluhannya bang, karena terlalu tinggi naiknya. Dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 itu cukup jauh naiknya," kata Agung.
Agung mengaku selama ini cukup sering menggunakan Pertamax. Namun dengan harga terbaru yang dinilai terlalu mahal, ia mulai mempertimbangkan untuk beralih ke Pertalite.
"Saya sering pakai Pertamax, tapi karena sekarang harganya sudah sangat tinggi, ya lebih pilih pakai Pertalite saja," ujarnya.
Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di SPBU Ujung Karang, antrean kendaraan pada dispenser BBM jenis Pertalite masih terpantau normal. Hingga siang hari belum terlihat adanya lonjakan jumlah kendaraan yang mengisi BBM subsidi tersebut.
Namun kondisi berbeda terlihat pada dispenser Pertamax. Aktivitas pengisian BBM non-subsidi itu tampak sepi.
Selama sekitar 30 menit pemantauan, hanya satu kendaraan yang tercatat mengisi Pertamax di SPBU tersebut.
Kondisi ini mengindikasikan sebagian pengguna mulai mengurangi konsumsi Pertamax atau mempertimbangkan beralih ke jenis BBM yang lebih murah setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.650 per liter di Bengkulu.