Niat Daftar Haji, Uang Pensiun Rp1 Miliar Milik Warga Bekasi Raib Imbas Investasi Bodong
Joseph Wesly June 10, 2026 04:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA- Niat Arief Prabowo, selaku warga Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi untuk menunaikan ibadah haji kandas usai uang pensiun yang telah dikumpulkannya diduga raib akibat investasi bodong.

Arief mengatakan diduga mengalami kerugian hingga Rp1,02 miliar usai menaruh modal dalam investasi pendanaan singkong yang ditawarkan oleh tetangganya sendiri berinisial M.

Mulanya, ia mengaku bergabung dalam investasi tersebut pada April 2024.

Saat itu, ia menaruh modal dengan nominal Rp 40 juta usai ditawari skema investasi pendanaan singkong dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan.

"Saya dari April 2024. Waktu itu ditawarin untuk investasi pendanaan singkong. Rp 40 juta waktu itu pertama kali," kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Pada awal investasi, Arief menjelaskan sempat menerima keuntungan secara rutin sehingga membuatnya semakin percaya untuk menambah modal.

Baca juga: 12 Orang di Bekasi Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Rp7,1 Miliar

Bahkan, keuntungan yang diterimanya terus meningkat hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap pekan.

"Sempat, terakhir itu saya dapat keuntungan Rp 23 juta per minggu," jelasnya.

Namun, Arief menuturkan kondisi berubah drastis usai September 2025. 

Setelah itu hingga kini, keuntungan atau profit yang seharusnya diterima justru mendadak berhenti.

Uang Pensiun untuk Haji Ikut Hilang

Mirisnya, dana yang diinvestasikan Arief kepada M sebagian besar berasal dari uang pesangon pensiun yang telah disiapkan untuk mendaftar haji.

Karena itu, ia sempat meminta pengembalian dana pada September 2025, hanya saja hingga kini uang tersebut tak kunjung kembali.

"Sebenarnya itu dari hasil pesangon saya pensiun. Jadi waktu September itu saya minta dikembalikan, mau saya pakai untuk naik haji, ternyata bodong investasinya," tuturnya.

Arief menyampaikan kondisi tersebut membuatnya terpukul. 

Bahkan beberapa bulan usai menduga menjadi korban investasi bodong itu, ia mengaku mengalami tekanan mental.

Meski demikian, Arief mencoba menerima keadaan yang dialaminya.

"Memang waktu dari September sampai Desember itu saya stres, karena uang mau untuk naik haji malah hilang begitu saja," ucapnya.

Percaya Karena Tetangga Sendiri

Arief menegaskan tidak pernah menyangka akan menduga mengalami kerugian sebesar itu.

Sebab M merupakan tetangganya sendiri yang sudah dikenalnya selama hampir tiga dekade.

Tidak hanya itu, kediaman Arief dengan M pun hanya berjarak beberapa langkah.

"Kalau dibilang salah mempercayakan dana ke orang lain, tapi itu sudah 29 tahun tetangga saya, cuma tiga jengkal rumah, tiga langkah di depan rumah," tegasnya.

Kini, Arief berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan keuntungan tinggi.

"Untuk teman-teman yang lain, ke depannya investasi seperti itu yang menggiurkan hati-hati. Meskipun itu tetangga terdekat atau saudara," harapnya.

Sebagai informasi, Arief merupakan satu dari 12 orang yang telah melaporkan dugaan investasi bodong tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. 

Jika dikalkulasikan, total kerugian yang dilaporkan para korban mencapai sekira Rp 7,1 miliar. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.